OJK Catat Pertumbuhan DPK Valas Capai 10,87 Persen

OJK Catat Pertumbuhan DPK Valas Capai 10,87 Persen
Foto: Ilustrasi OJK Catat Pertumbuhan DPK Valas Capai 10,87 Persen.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau perkembangan dana pihak ketiga (DPK) berdasarkan jenis valuta. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya volatilitas pada pasar keuangan global.

Dikutip dari Media Indonesia, lembaga pengawas tersebut mencatatkan kenaikan DPK valuta asing (valas) sebesar 10,87 persen secara tahunan pada April 2026.

Aktivitas penghimpunan dana ini memperlihatkan pertumbuhan pada seluruh komponen. Giro valas mengalami kenaikan sebesar 3,15 persen (yoy), tabungan valas tumbuh 23,21% (yoy), dan deposito valas meningkat 22,00 persen (yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa porsi DPK valas terhadap total DPK memang menunjukkan tren kenaikan sejak awal tahun 2026.

"Namun demikian, peningkatan DPK valas masih tergolong wajar sehingga porsi DPK valas terhadap DPK total sampai saat ini relatif stabil dan bergerak pada kisaran 15%-16%," kata Dian dalam keterangan yang dikutip, Minggu (24/5).

Dian menyampaikan bahwa lonjakan porsi dana asing ini paling banyak terjadi pada instrumen deposito. Kondisi tersebut dipicu oleh penawaran suku bunga deposito valas dari bank-bank besar yang terhitung kompetitif.

ÔÇ£Dengan tujuan antara lain sebagai insentif bagi eksportir yang menempatkan dananya di dalam negeri,ÔÇØ jelasnya.

Secara keseluruhan, akumulasi DPK pada April 2026 tumbuh di angka 11,39 persen (yoy). Denominasi rupiah masih mendominasi struktur simpanan dengan catatan pertumbuhan sebesar 11,49 persen (yoy).

Dian menyebut pertumbuhan DPK rupiah didorong giro yang tumbuh sebesar 23,25% (yoy), tabungan sebesar 7,88% (yoy), dan deposito sebesar 6,91% (yoy).

ÔÇ£Sejalan dengan hal tersebut, jumlah rekening DPK terus mencatatkan peningkatan hingga April 2026 telah mencapai sebanyak 667.169.152 rekening atau tumbuh 7,22% (yoy). Sebagian besar masih didominasi oleh rekening dengan denominasi rupiah,ÔÇØ pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi