OJK Catat Penjaminan Produktif Dominasi Industri Kuartal I-2026

OJK Catat Penjaminan Produktif Dominasi Industri Kuartal I-2026
Foto: Ilustrasi OJK Catat Penjaminan Produktif Dominasi Industri Kuartal I-2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan produk penjaminan kredit dan pembiayaan produktif mendominasi portofolio industri penjaminan hingga kuartal I-2026 guna memperluas akses pembiayaan UMKM.

Total nilai outstanding penjaminan produktif per Maret 2026 menembus angka Rp 272,07 triliun, seperti dilansir dari Keuangan. Angka tersebut menguasai porsi sebesar 70,32 persen dari keseluruhan outstanding industri penjaminan yang mencapai Rp 386,87 triliun.

Kebutuhan pembiayaan yang tinggi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi pemicu utama dominasi tersebut. OJK memproyeksikan tren penjaminan sektor produktif ini masih akan berlanjut di masa depan yang disokong oleh kebijakan pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

"Komposisi tersebut menunjukkan bahwa portofolio industri masih didominasi oleh dukungan terhadap sektor produktif, khususnya dalam rangka memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan dunia usaha," ujar Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK pada Sabtu (16/5/2026).

Regulator memprediksi keunggulan volume produk penjaminan kredit ini belum akan bergeser dalam waktu dekat. Kendati demikian, perusahaan penjaminan tetap diimbau untuk memperluas variasi produk penjaminan mereka.

"Ke depan, produk penjaminan kredit dan pembiayaan diperkirakan masih akan tetap mendominasi portofolio industri, seiring masih tingginya kebutuhan pembiayaan sektor produktif dan dukungan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Ogi Prastomiyono.

Langkah diversifikasi produk tersebut dinilai penting untuk menciptakan keseimbangan baru dalam struktur bisnis. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan industri penjaminan nasional jangka panjang.

"Industri juga diharapkan dapat terus melakukan diversifikasi produk penjaminan agar struktur bisnis menjadi lebih seimbang dan berkelanjutan," imbuh Ogi Prastomiyono.

Artikel terkait

Rekomendasi