OCBC Indonesia Akuisisi Bisnis Wealth dan Premier Banking HSBC Indonesia

OCBC Indonesia Akuisisi Bisnis Wealth dan Premier Banking HSBC Indonesia
Foto: Ilustrasi OCBC Indonesia Akuisisi Bisnis Wealth dan Premier Banking HSBC Indonesia.

PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) resmi menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi aset serta liabilitas segmen Wealth and Premier Banking milik PT Bank HSBC Indonesia pada Senin (4/5/2026). Langkah strategis ini dilakukan guna memperluas basis nasabah serta memperkuat lini bisnis konsumer di pasar domestik.

Proses penandatanganan kesepakatan tersebut telah dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari keterbukaan informasi. Dilansir dari Finansial, transaksi ini diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan OCBC Indonesia setelah proses penyelesaian yang ditargetkan rampung pada kuartal II/2027.

Investor Relations Head Bank OCBC NISP Jefry Tjahjadi menjelaskan melalui surat kepada pihak bursa mengenai detail penandatanganan kesepakatan tersebut.

"Perseroan dan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia), menandatangani Perjanjian dimana Perseroan, tunduk pada dipenuhinya persyaratan pendahuluan sebagaimana tercantum dalam Perjanjian, akan mengakuisisi aset dan liabilitas Wealth and Premier Banking dari HSBC Indonesia," tulis Jefry Tjahjadi, Investor Relations Head Bank OCBC NISP.

Pihak manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak melibatkan afiliasi antara kedua belah pihak sesuai regulasi pasar modal. Hal ini membuat akuisisi tersebut tidak masuk dalam kategori transaksi dengan benturan kepentingan sebagaimana diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan.

"Transaksi ini diharapkan dapat memperluas dan memperkuat bisnis konsumer Perseroan, serta mendukung pertumbuhan basis nasabah, sejalan dengan strategi pengembangan bisnis Perseroan," jelas Jefry Tjahjadi, Investor Relations Head Bank OCBC NISP.

Portofolio yang dialihkan mencakup dana kelolaan (AUM) senilai Rp89,8 triliun, yang terdiri dari investasi nasabah sebesar Rp58,2 triliun dan simpanan senilai Rp31,6 triliun. Selain itu, pinjaman ritel kecil senilai Rp3,6 triliun juga menjadi bagian dari paket akuisisi yang disepakati berdasarkan prinsip saling menguntungkan.

Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja memberikan pernyataan mengenai integrasi kapabilitas global yang dimiliki oleh grup dalam mendukung layanan nasabah baru.

"Kami sangat antusias untuk melayani nasabah International Wealth dan Premier Banking HSBC Indonesia dengan solusi wealth dari OCBC Indonesia, yang dilengkapi dengan proposisi whole-of-wealth dari OCBC Group," ujar Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC Indonesia.

Pasca kesepakatan ini, OCBC Indonesia akan berkoordinasi intensif dengan HSBC Indonesia untuk mengawal proses migrasi karyawan dan nasabah agar tetap terjaga keamanannya. Nilai akhir transaksi akan difinalisasi dan dipublikasikan secara resmi saat seluruh proses penyelesaian telah tuntas.

Artikel terkait

Rekomendasi