OCBC Indonesia Akuisisi Bisnis Ritel dan Wealth Management HSBC

OCBC Indonesia Akuisisi Bisnis Ritel dan Wealth Management HSBC
Foto: Ilustrasi OCBC Indonesia Akuisisi Bisnis Ritel dan Wealth Management HSBC.

PT Bank OCBC NISP Tbk memperkuat lini bisnis perbankan di tanah air dengan mengakuisisi segmen ritel serta wealth management milik HSBC Indonesia. Langkah strategis ini menargetkan pengelolaan aset nasabah dalam jumlah besar mencapai Rp 89,8 triliun yang diumumkan pada Senin (4/5/2026).

Sebagaimana dilansir dari Money, aksi korporasi tersebut dilakukan guna memperkokoh dominasi perusahaan pada pasar pengelolaan kekayaan. Bisnis International Wealth and Premier Banking dari HSBC dipilih karena dianggap telah memiliki basis nasabah yang sangat mapan.

"Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026) ujar Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC NISP.

Cakupan portofolio yang beralih ke tangan OCBC meliputi berbagai instrumen perbankan, mulai dari simpanan hingga produk investasi. Secara rinci, aset kelolaan tersebut terdiri atas investasi nasabah sebesar Rp 58,2 triliun dan dana simpanan senilai Rp 31,6 triliun.

Produk yang dikelola juga menyentuh sektor asuransi, reksa dana, obligasi, hingga fasilitas kartu kredit. Selain aset besar, transaksi ini melibatkan pengalihan pinjaman ritel skala kecil dengan nilai mencapai Rp 3,6 triliun.

OCBC diproyeksikan akan menyerap lebih dari 336.000 nasabah yang sebelumnya berada di bawah naungan platform International Wealth and Premier Banking HSBC. Untuk menjaga kelancaran operasional, sekitar 1.300 karyawan HSBC Indonesia juga akan bergabung dengan OCBC.

"Kami sangat antusias untuk melayani nasabah International Wealth dan Premier Banking HSBC Indonesia dengan solusi wealth dari OCBC Indonesia, yang dilengkapi dengan proposisi whole-of-wealth dari OCBC Group," ucap Parwati.

Penyelesaian proses pengambilalihan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada kuartal II 2027 mendatang. Pasca-transaksi, aset kelolaan bank diperkirakan melonjak 25 persen, sementara pertumbuhan saldo kartu kredit diprediksi melampaui angka 150 persen.

"OCBC Indonesia akan bekerja sama secara erat dengan HSBC Indonesia untuk memastikan proses migrasi nasabah dan karyawan berjalan dengan lancar setelah penyelesaian akuisisi," tutur Parwati.

Artikel terkait

Rekomendasi