PT Nindya Karya sedang melaksanakan proyek pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (25/5/2026). Proyek milik Kementerian Kelautan dan Perikanan ini ditujukan untuk mengoptimalkan potensi daerah serta memperkuat industri garam nasional.
Pembangunan infrastruktur ini dilansir dari Investor Daily, diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai ratusan ribu ton per tahun melalui sistem pengelolaan yang terintegrasi. Langkah strategis tersebut juga didukung oleh kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran pejabat kementerian terkait dan direksi perusahaan ke lokasi proyek.
Kebutuhan garam domestik yang menyentuh angka sekitar 5 juta ton per tahun saat ini dinilai belum mampu terpenuhi sepenuhnya oleh produksi dalam negeri. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa proyek pengembangan di NTT ini memegang peran krusial demi mengatasi ketergantungan tersebut.
"Proyek ini sangat penting sekali untuk memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri," ujar Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Pihak manajemen Nindya Karya menjelaskan bahwa pengerjaan proyek K-SIGN ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden guna mendorong kemandirian ekonomi serta mewujudkan swasembada komoditas strategis. Pemerintah menargetkan produksi lokal dapat memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi guna mengurangi impor.
Proyek tambak garam ini juga dirancang untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, baik sebagai petani garam maupun tenaga pelaksana lapangan. Pihak kontraktor menyatakan komitmennya untuk terus menyelesaikan pembangunan yang dapat meningkatkan produktivitas serta daya saing industri nasional.