Nestle Indonesia Resmikan Lima Fasilitas Pengelolaan Sampah Baru

Nestle Indonesia Resmikan Lima Fasilitas Pengelolaan Sampah Baru
Foto: Ilustrasi Nestle Indonesia Resmikan Lima Fasilitas Pengelolaan Sampah Baru.

Nestle Indonesia meresmikan lima fasilitas waste station terbaru di jaringan ritel Alfamart di Jakarta, Bandung, dan Bali pada Kamis, 21 Mei 2026, untuk memfasilitasi pengumpulan sampah anorganik rumah tangga secara berkelanjutan.

Langkah strategis ini dijalankan bersama Rekosistem sebagai mitra pengelola operasional serta mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Ekspansi fasilitas ini melengkapi total 15 titik pusat pengumpulan sampah yang tersebar di berbagai kota besar tanah air, seperti dilansir dari Investor Daily.

"Kami mengapresiasi upaya Nestl├® Indonesia bersama dengan Alfamart dalam menghadirkan fasilitas Waste Station yang semakin menjangkau masyarakat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam mendorong pengelolaan sampah secara holistik dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Pengelolaan sampah nasional tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan konvensional yang berakhir di TPA," kata Koordinator Pokja Tata Laksana Produsen, Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Ujang Solihin Sidik, SSi, MSc.

Pemerintah menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan program penguatan sistem pengelolaan sampah nasional yang dinilai membutuhkan keterlibatan aktif produsen.

Secara kumulatif, seluruh fasilitas pengumpulan ini telah menyerap lebih dari 244.000 kilogram sampah hingga awal 2026, di mana volume sepanjang tahun 2025 sendiri menyumbang sebesar 126,16 ton.

Pertumbuhan volume sampah yang dikumpulkan pada tahun lalu mencatatkan kenaikan 46,5 persen, diikuti pertumbuhan jumlah pengguna aktif yang mencapai 14.154 orang.

"Nestl├® Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dalam pengembangan kemasan berkelanjutan dan juga pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi. Kami percaya dalam menghadapi tantangan persampahan yang semakin kompleks, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Melalui Nestl├® Indonesia Waste Station, kami ingin mendorong peran aktif industri, ritel, mitra pengelola sampah, dan masyarakat untuk bersama sama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi serta memberikan dampak nyata yang bermakna bagi lingkungan," kata Corporate Affairs Director Nestl├® Indonesia Fajar Dewantara.

Pihak produsen juga menargetkan pencapaian 100 persen kemasan yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali di tingkat global melalui rencana pemulihan kemasan.

Masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik bersih setelah memindai kode QR untuk mengumpulkan poin digital yang dapat ditukarkan langsung dengan voucher belanja.

"Melalui Waste Station yang terintegrasi dengan aktivitas belanja sehari-hari, kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen, di mana berbelanja tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi lingkungan. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperluas ke lebih banyak titik gerai Alfamart di berbagai wilayah, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas" kata Property and Development Director Alfamart Hans Harischandra.

Selain fasilitas waste station di gerai ritel tersebut, pihak korporasi juga terus memperluas penyediaan fasilitas kotak penampungan sampah alternatif melalui program Waste Dropbox.

Artikel terkait

Rekomendasi