Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau seluruh jemaah haji asal Indonesia untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kesejahteraan bangsa selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Seruan yang dilansir dari Detikcom ini disampaikan bertepatan dengan persiapan keberangkatan jemaah pada Kamis, 23 April 2026.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh menekankan bahwa permohonan doa dari para tamu Allah sangat krusial bagi kebaikan negara. Ia menitikberatkan pentingnya dukungan spiritual bagi para pemimpin nasional agar mampu menjalankan tanggung jawab secara adil.
"Mendoakan bangsa Indonesia agar dijadikan bangsa yang aman, damai, sejahtera; pemimpinnya diberikan ma'unah oleh Allah SWT dan diberikan petunjuk dan kekuatan untuk memimpin dengan adil untuk mewujudkan masyarakat yang mutamaddin," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, dikutip dari laman MUI (23/4/2026).
Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut juga mengingatkan para jemaah agar senantiasa menjaga fokus ibadah setibanya di Arab Saudi. Selain itu, jemaah disarankan mendalami literatur sejarah Islam untuk memperkaya makna kunjungan ke berbagai situs bersejarah di Madinah.
"Misalnya saat ziarah ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, ke Jabal Uhud, ke Makam Baqi, dan tentu ke Makam Rasulullah SAW serta para sahabat," tambah Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh.
Terkait manajemen fisik, Asrorun mewanti-wanti agar jemaah mengukur kemampuan tubuh dan tidak memaksakan ibadah sunnah secara berlebihan. Hal ini menjadi perhatian serius terutama saat menghadapi potensi cuaca ekstrem di tengah durasi tinggal yang panjang hingga puncak haji.
"Kondisi fisik yang kadang memiliki keterbatasan karena suasana senang di tempat yang baru, sehingga terlena. Akhirnya pada saat harian kondisi fisik sudah terkuras. Ini penting untuk dipahami kepada seluruh jemaah haji," tegas Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok ini.
Kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui PPIH serta aturan Pemerintah Arab Saudi menjadi aspek lain yang ditekankan. Jemaah diharapkan terus memperdalam pemahaman mengenai syarat dan rukun haji agar kualitas ibadah tetap terjaga secara syar'i.