MSI Bekukan Saham GoTo Akibat Krisis Likuiditas

MSI Bekukan Saham GoTo Akibat Krisis Likuiditas
Foto: Ilustrasi MSI Bekukan Saham GoTo Akibat Krisis Likuiditas.

Penyedia indeks global MSCI membekukan seluruh proses rebalancing untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Langkah ini diambil menyusul krisis likuiditas parah dan anjloknya harga saham perusahaan ke batas minimum Rp50 di Bursa Efek Indonesia.

Dikutip dari Investortrust, regulasi baru pemerintah yang membatasi komisi layanan ride-hailing sebesar 8% mengancam pendapatan segmen on-demand services (ODS) GoTo. Penurunan pendapatan pada sektor tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 35% pada tahun ini.

Meskipun menghadapi tekanan regulasi yang berat, para analis tetap mempertahankan rekomendasi beli. Optimisme ini didorong oleh lonjakan masif EBITDA sektor fintech sebesar 674% yang menjadi mesin pertumbuhan jangka panjang baru bagi perusahaan.

GoTo kini menghadapi tenggat waktu kepatuhan yang krusial pada Agustus 2026. Penghapusan permanen dari indeks global MSCI membayangi perusahaan jika likuiditas pasar gagal pulih sebelum waktu tersebut.

Kejatuhan harga saham GoTo hingga menyentuh batas bawah absolut Rp50 terjadi sejak 5 Mei, yang menghapus hampir 22% nilai perusahaan sejak awal tahun. Kemerosotan ini berlangsung cepat setelah pemerintah Indonesia resmi menerapkan batas komisi ketat 8% untuk layanan transportasi daring.

Merespons penguapan likuiditas tersebut, MSCI mengumumkan pembekuan total terhadap perubahan inklusi GoTo dalam indeks mereka untuk tinjauan Mei 2026. Pembekuan ini mencakup Number of Shares (NOS), Foreign Inclusion Factor (FIF), dan Domestic Inclusion Factor (DIF) perusahaan.

Bagi dana pasar berkembang global, potensi keluarnya GoTo dari indeks MSCI memicu risiko divestasi paksa. Hal tersebut dapat mengakibatkan aliran modal institusional keluar secara masif dari sektor teknologi Indonesia.

Kebijakan pemangkasan komisi menjadi 8% memaksa unit mobilitas GoTo, Gojek, untuk memastikan mitra pengemudi menerima 92% dari pendapatan tarif. Aturan ini menekan margin operasional inti perusahaan di masa yang rentan.

Atikah Tri Adriyanti, seorang analis ekuitas di KB Valbury Sekuritas, menyatakan dalam laporan risetnya bahwa kebijakan tersebut akan sangat menekan profitabilitas jangka pendek GoTo. Adriyanti menekankan bahwa regulasi ini diperkirakan memangkas net take rate segmen ODS sekitar 170 basis poin.

Berdasarkan model keuangan yang direvisi oleh KB Valbury, tekanan regulasi ini memicu penurunan pendapatan ODS Mobility sebesar 35,7% secara tahunan. Kondisi tersebut menyeret net take rate ODS keseluruhan ke angka sekitar 17,2% untuk tahun penuh 2026.

Di tengah tekanan sektor transportasi, para analis institusional belum meninggalkan saham ini. KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk GoTo dengan target harga sum-of-the-parts (SOTP) sebesar Rp58 per saham.

GoTo Financial yang didukung ekosistem GoPay mencatat kinerja luar biasa pada kuartal pertama 2026. Adjusted EBITDA fintech meroket 674.5% secara tahunan menjadi Rp364 miliar, didorong oleh perluasan portofolio pinjaman digital.

Gross Transaction Value (GTV) inti untuk segmen fintech melonjak 71,6% secara tahunan mencapai Rp130,6 triliun, sementara pendapatan bersih tumbuh 58,3% menjadi Rp1,9 triliun. Pengguna aktif bulanan GoPay juga tumbuh 33% menjadi 27,5 million pengguna.

Keberlangsungan GoTo sebagai pilihan institusi global kini bergantung pada kemampuan memanfaatkan bisnis pinjaman sebelum tinjauan MSCI pada Agustus. Total buku pinjaman GoPay melonjak 59% secara tahunan menjadi Rp9,9 triliun pada kuartal pertama, dengan rasio non-performing loan (NPL) tetap kokoh di angka 0.8%.

"Stabilitas rasio pinjaman bermasalah GoTo sangat terlindungi oleh kemampuan underwriting data tingkat lanjut yang berasal dari transaksi ekosistem tertutup, dipasangkan dengan penagihan yang sangat disiplin dan tenor pinjaman jangka pendek," kata Adriyanti dalam laporannya.

Manajemen GoTo kini berpacu dengan waktu di bawah tekanan untuk mengeksekusi program pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp3,5 triliun yang telah diumumkan sebelumnya. Jika langkah ini gagal mengembalikan likuiditas perdagangan harian sebelum Agustus, penghapusan dari MSCI dapat membayangi pivot operasional perusahaan.

Dalam kerangka penilaian SOTP oleh KB Valbury, segmen On-Demand Services dihargai sebesar 1.7x Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales). Sementara itu, lengan Fintech GoPay mendapatkan premi sebesar 4.7x EV/Sales, dan segmen E-Commerce dinilai sebesar 1.9x EV/Sales.

Artikel terkait

Rekomendasi