MSCI melakukan perombakan besar dengan mengeluarkan 13 saham emiten Indonesia dari daftar MSCI Global Small Cap Indexes. Dilansir dari Investortrust, penyesuaian atau rebalancing berkala ini terlaksana pada Mei 2026.
Langkah pengurangan ini menyisakan 43 saham emiten yang bertahan dalam daftar MSCI Small Cap. MSCI tercatat hanya memasukkan satu saham baru ke dalam indeks kapitalisasi kecil tersebut.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar dan menengah masuk dalam daftar yang dikeluarkan. Emiten tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Daftar saham didepak berlanjut pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA). Kemudian PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Sementara itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi satu-satunya saham yang masuk ke MSCI Global Small Cap Indexes. AMRT bergeser ke indeks ini setelah dikeluarkan dari MSCI Global Standard.Adapun jumlah emiten yang mampu bertahan dalam konstituen MSCI Global Small Cap mencapai 41 perusahaan. Beberapa di antaranya meliputi ADRO, AADI, ARTO, BBTN, EMTK, INKP, MDKA, PGAS, PTRO, PWON, dan RATU.