Keberadaan gim eksklusif menjadi alasan utama bagi 41 persen pemain dalam memilih konsol gim pada kuartal pertama 2026, berdasarkan hasil survei firma riset pasar Circana. Data yang dilansir dari Tekno ini menunjukkan bahwa motivasi tersebut masih mendominasi keputusan konsumen meski mengalami penurunan tren.
Meskipun menempati posisi teratas, daya tarik konten eksklusif dilaporkan menurun sebesar 8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tren ini mencerminkan pergeseran perilaku konsumen di tengah persaingan perangkat PC gaming yang semakin kompetitif di pasar global.
Direktur Senior dan Penasihat Industri Video Game Circana, Mat Piscatella, memberikan catatan tambahan mengenai data motivasi pemain tersebut. Ia mengungkapkan bahwa terdapat faktor lain yang hampir menyamai popularitas gim eksklusif dalam mempengaruhi pilihan pengguna.
"Ada game yang ingin saya mainkan yang eksklusif untuk sebuah konsol" ujar Mat Piscatella, Direktur Senior dan Penasihat Industri Video Game Circana.
Piscatella menjelaskan bahwa faktor interaksi sosial seperti keberadaan teman dan keluarga dalam satu ekosistem perangkat menjadi alasan terpopuler kedua yang mengekor ketat. Kondisi ini terlihat jelas pada konsol PlayStation 5, di mana daftar penjualan tertinggi justru didominasi oleh gim dari pihak ketiga.
"bukanlah keseluruhan cerita" tegas Mat Piscatella, Direktur Senior dan Penasihat Industri Video Game Circana.
Penjelasan tersebut merujuk pada fenomena di mana banyak pemilik konsol tetap setia pada platform tertentu agar bisa bermain bersama lingkaran pertemanan mereka. Hal ini memicu diskusi panjang mengenai relevansi strategi eksklusivitas gim di masa depan.
"teman-teman dan keluarga saya juga bermain di konsol." kata Mat Piscatella, Direktur Senior dan Penasihat Industri Video Game Circana.
Persaingan ketat antara alasan pertama dan kedua dalam survei ini menunjukkan kompleksitas pasar perangkat keras gim saat ini. Piscatella menegaskan bahwa kedua faktor tersebut memiliki pengaruh yang setara dalam menjaga loyalitas pengguna konsol.
"Inilah sebabnya perdebatan soal 'seberapa penting game eksklusif' terus berlangsung selama bertahun-tahun. Jawaban sebenarnya adalah semuanya sama-sama penting" pungkas Mat Piscatella, Direktur Senior dan Penasihat Industri Video Game Circana.
Strategi bisnis raksasa teknologi seperti Sony dan Microsoft turut terdampak oleh temuan ini, terutama terkait rencana membawa gim andalan ke platform pesaing. Analisis menunjukkan bahwa gim eksklusif tetap berfungsi sebagai jangkar utama untuk mendorong penjualan unit konsol fisik.
Di sisi lain, Microsoft melalui pimpinan barunya mulai mengevaluasi kembali langkah-langkah strategis mereka terkait perilisan gim di platform lintas konsol. Keputusan ini diambil untuk meminimalisir potensi kerugian ekonomi dari penjualan perangkat keras mereka.
"Saya ingin membuat keputusan yang tepat, bukan keputusan yang paling cepat" tegas Asha Sharma, Bos baru Xbox.
Xbox kini dilaporkan mengembangkan Project Helix sebagai langkah adaptasi terhadap pertumbuhan pasar PC yang pesat. Arsitektur konsol generasi terbaru ini dirancang menyerupai PC untuk memastikan ekosistem Xbox tetap relevan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada porting gim ke konsol pesaing.