Kebijakan pemerintah mengenai insentif kendaraan listrik mendapat sorotan tajam karena dinilai tidak konsisten. Kritik tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, dalam sebuah acara di Jakarta, seperti dilansir dari Suara.
Langkah transisi menuju kendaraan bertenaga baterai di Indonesia sebenarnya membawa dampak positif yang besar. Penggunaan mobil listrik secara massal dinilai mampu menekan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang ditanggung oleh negara.
Moeldoko menguraikan bahwa penggunaan mobil listrik secara massal dapat membantu pemerintah mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak.
"Kita berkontribusi kepada negara, pasti karena efisiensi subsidi pemerintah berkurang untuk BBM. Bayangkan, pemerintah harus menggelontorkan sekian triliun, untuk subsidi dan bisa dikurangi karena kesadaran masyarakat pindah ke mobil listrik," ujar Moeldoko, di sela press conference PEVS 2026, di Jakarta.
Sayangnya, ia menilai kebijakan dukungan terhadap ekosistem ini masih belum stabil.
"Tapi sayangnya, kebijakan dari negara ini naik turun, tidak konsisten. Kalau lagi ingat, seperti sekarang ini diberlakukan lagi. Setahun lalu, lupa. Dari subsidi yang lama, setelah itu tidak ada lagi subsidi," tegas mantan Kepala Staf Kepresidenan tersebut.
Regulasi yang berubah-ubah ini berdampak langsung pada sikap konsumen di kota-kota besar di Indonesia. Banyak calon pembeli yang akhirnya memilih untuk menunda pembelian karena menunggu kejelasan regulasi dari pemerintah.
"Berikutnya, pembeli juga menunggu, kapan subsidi pemerintah akan turun. Sudah diumumkan, tapi kapan diberlakukannya, masih menunggu lagi," lanjut Moeldoko.
Bagi masyarakat yang ingin beralih ke mobil listrik dalam waktu dekat, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Konsumen disarankan memilih model kendaraan dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi karena menjadi syarat utama prioritas subsidi.
Selain itu, perkembangan regulasi terbaru mengenai Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah juga perlu dipantau. Hal ini penting dilakukan agar konsumen bisa mendapatkan harga unit kendaraan yang lebih terjangkau.
Moeldoko juga mengingatkan pemerintah agar tidak memutuskan kebijakan secara mendadak demi kesiapan industri.
"Dunia industri yang tidak bisa menerima sebuah kebijakan seperti itu, industri akan mengatur dengan baik," jelasnya.
Meski memberikan kritik keras, apresiasi tetap diberikan terhadap skema bantuan yang sudah berjalan saat ini.
"Tapi, Alhamdullilah, pemerintah saat ini telah memberikan subsidi kepada pengguna sepeda motor, konversi, dan mobil. Kita beri tepuk tangan kepada pemerintah," pungkasnya.