Modena Kurangi Emisi Logistik 50 Persen Melalui Adopsi Kendaraan Listrik

Modena Kurangi Emisi Logistik 50 Persen Melalui Adopsi Kendaraan Listrik
Foto: Ilustrasi Modena Kurangi Emisi Logistik 50 Persen Melalui Adopsi Kendaraan Listrik.

Modena Group melalui anak usahanya, Mologiz, mengadopsi teknologi kendaraan listrik (EV) secara agresif guna mempercepat digitalisasi dan mengurangi dampak emisi karbon pada sektor logistik nasional. Langkah transisi dari mesin diesel ke tenaga listrik ini dilaporkan telah berjalan sejak Desember 2025.

Hingga Selasa (5/5/2026), dilansir dari Suara, lebih dari 20 persen armada Mologiz kini telah menggunakan kendaraan listrik. Implementasi teknologi ini diklaim berhasil menekan emisi logistik hingga 50 persen atau setara dengan pengurangan sekitar 2,3 ton COe.

Executive Vice President dan Chief Sustainability Advisor MODENA, Nicole Jizhar, menegaskan bahwa pemanfaatan inovasi teknologi menjadi fondasi utama dalam proses transformasi perusahaan. Fokus utama tahun ini adalah memperkuat strategi keberlanjutan melalui perubahan perilaku konsumen dan operasional bisnis.

"Transformasi EV bukan sekadar perubahan operasional internal, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem yang lebih luas," ujar Nicole Jizhar, Executive Vice President dan Chief Sustainability Advisor MODENA.

Nicole menambahkan bahwa upaya tersebut diperkuat melalui pembangunan perubahan bersama ekosistem yang lebih luas. Hal ini mencakup seluruh lini operasional hingga mendorong terjadinya perubahan gaya hidup di tingkat pelanggan.

Sektor logistik selama ini diidentifikasi sebagai salah satu penyumbang emisi terbesar dalam rantai pasok industri, termasuk pada produk elektronik rumah tangga. Integrasi EV oleh Modena diposisikan sebagai solusi jangka panjang untuk menciptakan sistem distribusi yang efisien sekaligus mendukung target global pengurangan karbon.

Selain fokus pada elektrifikasi armada, perusahaan juga mengembangkan solusi teknologi kebutuhan dasar melalui program Modena Pure Hub. Hingga tahun 2026, sebanyak 15 titik akses air minum gratis berbasis teknologi Reverse Osmosis Water Purifier telah beroperasi di ruang publik dengan distribusi mencapai 1 juta liter air.

Inisiatif pengadaan air bersih tersebut bertujuan untuk menekan penggunaan botol plastik sekali pakai di masyarakat. Transformasi menyeluruh ini diharapkan menjadi model bagi industri lain dalam menerapkan konsep logistik cerdas dan keberlanjutan lingkungan yang lebih hijau.

"Bagi Modena, produk bukan lagi sekadar tujuan akhir, melainkan menjadi medium untuk menghadirkan solusi yang berdampak, mulai dari efisiensi energi hingga kontribusi dalam mengurangi jejak lingkungan," pungkas Nicole Jizhar, Executive Vice President dan Chief Sustainability Advisor MODENA.

Artikel terkait

Rekomendasi