PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) membukukan pendapatan senilai US$ 164,87 juta sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 17,3% jika disandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 140,37 juta.
Seperti dikutip dari Investortrust, emiten berkode saham MBAP ini juga berhasil mengantongi laba bersih senilai US$ 1,37 juta selama periode 2025. Performa keuangan ini beriringan dengan langkah perseroan yang giat mengeksplorasi diversifikasi bisnis jangka panjang.
Sepanjang tahun lalu, perusahaan menggenjot diversifikasi melalui penguatan portofolio pada sektor agroindustri, infrastruktur, serta energi terbarukan. Strategi tersebut diterapkan demi memperkokoh ketahanan usaha sekaligus membidik potensi pertumbuhan baru di luar komoditas batu bara termal.
Melangkah ke tahun 2026, perseroan memasang sikap optimistis yang terukur dalam melihat prospek bisnis. Strategi utama perusahaan bakal bertumpu pada efisiensi operasional, sinergi antarlini bisnis, maksimalisasi performa anak usaha, hingga perluasan sektor non-batu bara.
Manajemen juga melirik potensi dari tren transisi energi, proyek energi surya, dan meningkatnya kebutuhan implementasi bisnis berkelanjutan. Guna memuluskan rencana tersebut, Direktur Utama Mitrabara Adiperdana Yulius Leonardo mengumumkan pengalokasian belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 105 juta untuk tahun 2026.
ÔÇ£Capex 2026 ini rencana dan investasi perseroan ada di sekitar US$ 105 juta. Itu diperkirakan sekitar 97% untuk investasi dan pengembangan anak usaha perseroan sesuai dengan rencana kontinuitas dan jangka panjang,ÔÇØ ujar Yulius di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Yulius menambahkan bahwa investasi besar ini selaras dengan peta jalan korporasi untuk memperkuat lini bisnis anak usaha yang eksis sekalian membidik peluang anyar. Pihaknya berharap strategi ekspansi ini mampu mendatangkan imbal hasil positif bagi para pemangku kepentingan.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Mitrabara Adiperdana Helmy Paramaditya membeberkan agenda perseroan yang tengah melirik opsi akuisisi baru demi memperluas sayap di industri pertambangan.
ÔÇ£Untuk pengembangan usaha Mitrabara sendiri di bidang pertambangan, saat ini kami memang sedang melihat potensi yang ada,ÔÇØ katanya.
Kendati demikian, Helmy menegaskan bahwa skema akuisisi tersebut masih berada pada fase evaluasi final sehingga detailnya belum bisa dibuka secara luas ke publik.
ÔÇ£Untuk tahapannya belum bisa kami bagikan saat ini, tetapi prosesnya sudah hampir final. Ketika sudah dapat dipublikasikan, nanti akan kami sampaikan,ÔÇØ ujarnya.