Miracle Aesthetic Clinic memperkenalkan standar kecantikan baru melalui forum bertajuk 'Facial Harmony 2.0: Redefining Beauty through Structure, Proportion, and Science' di Jakarta. Pendekatan ini menitikberatkan pada keseimbangan struktur anatomi wajah dan kesehatan kulit jangka panjang dibandingkan sekadar fokus pada tampilan visual permukaan.
Metode ini hadir sebagai bentuk evolusi setelah klinik tersebut menangani jutaan kasus selama 30 tahun berkiprah di Indonesia. Dilansir dari Wolipop, pergeseran tren kini lebih mengarah pada pemahaman anatomi menyeluruh, mulai dari lapisan kulit terluar hingga penyangga terdalam yang membentuk kontur wajah.
Implementasi Facial Harmony 2.0 dinilai lebih fleksibel dan personal daripada konsep golden ratio yang selama ini dianggap kaku. Fokus perawatan mencakup kualitas kulit dan jaringan penyangga agar seluruh elemen wajah dapat bekerja secara harmonis dan tetap terlihat alami.
"Cantik itu 3D. Tidak cuma tampak dari depan, tapi juga dari sisi lain, misalnya jawline yang perlu terlihat defined," ujar dr. Deswita dalam forum tersebut.
Pakar estetika menekankan bahwa pembentukan wajah ideal harus didasarkan pada landasan sains yang kuat. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil perawatan tidak hanya bertahan lama tetapi juga meningkatkan ketahanan kulit terhadap proses penuaan dini.
"Membentuk wajah ideal membutuhkan pemahaman anatomi serta pendekatan berbasis sains. Tidak hanya berfokus pada kulit, tetapi juga memperbaiki struktur di bawahnya untuk hasil yang lebih komprehensif," jelas dr. Dewita Kamaruddin, B. MedSc (Hons.) Dipl. AAAM.
Pembenahan pada area rahang juga menjadi prioritas dalam metode terbaru ini. Penguatan struktur bagian bawah wajah dilakukan melalui pengembangan teknologi perawatan yang terus diperbarui secara berkala oleh tim medis.
"Bagian bawah wajah juga perlu diperhatikan agar terlihat lebih kuat. Di Miracle, kami terus mengembangkan metode berbasis sains untuk menyempurnakan teknologi perawatan," tambah dr. Dewita Kamaruddin, B. MedSc (Hons.) Dipl. AAAM.
Berbagai teknologi medis seperti laser, radio frequency (RF), dan collagen stimulator digunakan untuk memperkuat fondasi wajah. Selain itu, penggunaan teknologi ultrasound difokuskan untuk menyasar lapisan Superficial Musculoaponeurotic System (SMAS), yaitu jaringan otot yang menjaga kekencangan wajah agar tidak kendur.
"Di balik kulit wajah, ada lapisan otot yang disebut SMAS yang berperan menopang struktur wajah. Saat lapisan ini melemah, volumenya berkurang dan kulit bisa tampak turun atau kendur. Perawatan seperti Ultherapy membantu menstimulasi jaringan tersebut agar kembali lebih kuat dan terangkat," jelas dr. Deswita.