Platform percakapan berbasis kecerdasan buatan, Mimin, resmi menjalin kemitraan strategis dengan Alcatel-Lucent Enterprise untuk mendigitalisasi sektor perhotelan di kawasan Asia-Pasifik pada Kamis, 21 Mei 2026.
Integrasi teknologi conversational AI multibahasa serta otomatisasi suara milik Mimin ke dalam ekosistem Rainbow Hospitality dari Alcatel-Lucent Enterprise ini ditujukan untuk menekan tingginya volume panggilan tidak terjawab pada jam sibuk.
Masalah panggilan tidak terjawab di industri perhotelan kerap mencapai 10 hingga 30 persen, seperti dilansir dari Investor Daily. Penerapan solusi digital ini tercatat berhasil memangkas beban panggilan masuk hingga 75 persen pada tahap awal implementasi.
Melalui adopsi platform ini, industri hospitality memperoleh sejumlah keuntungan operasional. Layanan ini menyediakan dukungan suara multibahasa selama 24 jam penuh yang mencakup 20 bahasa dan dialek.
Otomatisasi chatbot bentukan AI akan mengambil alih berbagai permintaan rutin seperti informasi jam sarapan, lokasi fasilitas, hingga layanan kamar. Sistem ini merampingkan operasional hotel tanpa memerlukan penambahan jumlah karyawan.
Seluruh interaksi tamu melalui telepon, chat, maupun WhatsApp akan langsung tersinkronisasi di Rainbow Hospitality. Hal tersebut membuat staf memiliki data lengkap sebelum merespons dan mencegah tamu mengulang permintaan mereka.
Sistem ini juga menjamin keamanan data karena Rainbow Hospitality beroperasi di arsitektur sovereign cloud milik Alcatel-Lucent Enterprise. Lokasi penyimpanan data berada di Singapura dan Australia sehingga dipastikan patuh pada regulasi data lokal.
Pihak manajemen perusahaan menyatakan optimisme yang tinggi terkait dampak positif dari kolaborasi teknologi modern ini terhadap efisiensi kerja di sektor hospitality.
"Kolaborasi ini memungkinkan hotel mengubah interaksi sehari-hari dengan tamu menjadi layanan yang otomatis, yang pada akhirnya mendongkrak efisiensi operasional dan kepuasan tamu," tutur Joseph Simbar, CEO Mimin.
Langkah digitalisasi ini dinilai menjadi jawaban atas pergeseran kebutuhan konsumen modern di Asia Pasifik yang semakin bergantung pada teknologi gawai.
"Kolaborasi ini memungkinkan hotel mengubah interaksi sehari-hari dengan tamu menjadi layanan yang otomatis, yang pada akhirnya mendongkrak efisiensi operasional dan kepuasan tamu," tutur Joseph Simbar, CEO Mimin.
Perubahan perilaku konsumen ini menuntut industri akomodasi untuk meninggalkan sistem lama demi mempertahankan daya saing.
"Lewat Rainbow Hospitality, kami bertransformasi dari sistem konvensional di dalam kamar menuju platform orkestrasi digital yang terpadu," ujar Dirk Dumortier, Director of Vertical Partnerships, APAC, Alcatel-Lucent Enterprise.
Pengurangan volume panggilan masuk hingga 75 persen pada fase awal membuat staf hotel kini bisa mengalihkan fokus pada pelayanan langsung yang berkualitas kepada para tamu.