Proses permohonan hunian subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) kini menjadi lebih praktis. Hal ini terjadi setelah dilakukannya penyatuan layanan sistem informasi ke dalam satu platform digital.
Integrasi ini melibatkan Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) serta Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) yang kini beralih ke aplikasi Tapera Mobile. Dilansir dari Kompas, kebijakan migrasi layanan ini mulai diberlakukan secara resmi pada 13 April 2026.
Heru Pudyo Nugroho selaku Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyebutkan bahwa para pencari rumah subsidi tidak perlu lagi berganti-ganti platform. Sinkronisasi ini dirancang untuk memangkas birokrasi digital bagi masyarakat.
"Tapera Mobile adalah integrasi antara Sikumbang dan SiKasep, sehingga dengan lebih memudahkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk langsung ngecek rumahnya dalam satu aplikasi, enggak perlu pindah ke aplikasi yang lain," kata Heru.Prosedur pengajuan dimulai dengan mengunduh aplikasi resmi melalui toko aplikasi digital di ponsel pintar. Calon debitur diwajibkan mendaftarkan akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta menyetujui seluruh ketentuan layanan.
Sistem keamanan aplikasi mengharuskan pengguna melakukan verifikasi identitas secara mendalam. Proses ini mencakup swafoto dengan KTP, pengambilan gambar identitas, hingga validasi data otomatis oleh sistem aplikasi.
Selanjutnya, pengguna harus mengikuti instruksi verifikasi wajah melalui gerakan tertentu. Langkah pendaftaran diakhiri dengan input nomor ponsel dan pembuatan kata sandi yang divalidasi melalui kode OTP via SMS.
Setelah akun aktif, fitur pencarian tersedia untuk mempermudah pemilihan unit rumah yang diinginkan. Calon pembeli dapat langsung melakukan pengecekan status subsidi, menentukan bank penyalur, hingga mengatur jadwal pertemuan lewat aplikasi.
Kemajuan permohonan dapat dipantau secara mandiri melalui lima tahapan utama. Urutan tersebut meliputi pengajuan pembiayaan, proses tindak lanjut, penerbitan SP3K, penilaian kelaikan hunian, hingga tahap akhir berupa akad kredit.
"Setelah bertemu dengan tim sales pihak bank, calon debitur dapat memantau proses pengajuan KPR secara mandiri. Jika masih bingung dengan alurnya, bisa buka informasi terkait Tapera Mobile di website tapera.go.id," jelas Heru.Kehadiran aplikasi terpadu ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan penyerapan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). BP Tapera bertindak sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP) dalam penyaluran dana tersebut.
Berdasarkan data hingga 13 April 2026, tercatat penyaluran rumah telah mencapai 50.021 unit dengan total nilai menyentuh angka Rp 6,22 triliun. Distribusi ini mencakup 33 provinsi dan tersebar di 364 kabupaten/kota di Indonesia.
"Saat ini baru terserap 14,29 persen dari target 350.000 unit," kata Heru.