Meta Gunakan AI Pindai Struktur Tulang Identifikasi Pengguna Bawah Umur

Meta Gunakan AI Pindai Struktur Tulang Identifikasi Pengguna Bawah Umur
Foto: Ilustrasi Meta Gunakan AI Pindai Struktur Tulang Identifikasi Pengguna Bawah Umur.

Raksasa teknologi Meta mulai mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memindai struktur tulang dan tinggi badan guna mengidentifikasi pengguna di bawah usia 13 tahun pada platform Facebook dan Instagram, Rabu (6/5/2026).

Langkah ini diambil perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg tersebut untuk memastikan kepatuhan terhadap syarat usia minimum pengguna melalui isyarat visual dari foto dan video yang diunggah ke platform mereka, sebagaimana dilansir dari Teknologi.

Perusahaan memberikan klarifikasi mengenai cara kerja sistem baru ini yang berfokus pada estimasi usia secara umum melalui pola visual tertentu tanpa melibatkan data wajah yang spesifik.

"Kami ingin memperjelas bahwa ini bukan pengenalan wajah (facial recognition). AI kami melihat tema umum dan isyarat visual untuk memperkirakan usia umum seseorang," tulis Meta dalam blog resminya.

Pengembangan sistem ini mengombinasikan wawasan visual dengan analisis teks pada profil guna meningkatkan akurasi deteksi akun di bawah umur secara signifikan tanpa mengidentifikasi individu tertentu secara personal.

Selain analisis fisik, AI tersebut memindai biodata dan kolom komentar untuk menemukan konteks pendukung seperti perayaan ulang tahun atau penyebutan tingkat kelas sekolah.

Langkah proaktif ini merupakan respons atas tekanan dari Komisi Eropa terkait pelanggaran Digital Services Act dan gugatan hukum di New Mexico yang menilai keamanan platform bagi anak-anak masih berisiko.

Meta juga memperluas jangkauan fitur Teen Accounts ke 27 negara di Uni Eropa dan Brasil yang memberikan perlindungan privasi otomatis serta pembatasan pesan masuk bagi remaja.

Di wilayah Indonesia, perusahaan menghadapi regulasi Peraturan Pemerintah No. 17/2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas yang mewajibkan penonaktifan akun pengguna di bawah 16 tahun.

Pihak manajemen menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk peran toko aplikasi, dalam proses verifikasi usia untuk mengatasi kendala teknis yang dihadapi penyedia platform media sosial.

Data dari Internet Matters mengungkapkan tantangan besar dalam kebijakan ini, mengingat 46% anak-anak mengaku sangat mudah untuk mengelabui pemeriksaan usia konvensional dengan memalsukan tanggal lahir maupun foto wajah.

Artikel terkait

Rekomendasi