Meta Platforms Inc. menerapkan sistem pemantauan aktivitas komputer terhadap para karyawannya guna mengumpulkan data untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) terbaru. Proyek bertajuk Model Capability Initiative (MCI) ini merekam setiap ketukan papan ketik hingga klik tetikus pada berbagai aplikasi pihak ketiga.
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, kebijakan ini mencakup pelacakan aktivitas pada situs populer seperti Google, LinkedIn, dan Wikipedia, termasuk platform internal Meta sendiri yakni Threads dan Manus. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi CEO Meta Mark Zuckerberg untuk mempercepat pengembangan AI generatif demi menyaingi OpenAI dan Anthropic.
Juru bicara Meta memberikan penjelasan mengenai latar belakang teknis di balik langkah pengumpulan data aktivitas internal perusahaan tersebut.
"Jika kami membangun agen untuk membantu orang menyelesaikan tugas sehari-hari menggunakan komputer, model kami memerlukan contoh nyata tentang bagaimana orang benar-benar menggunakannya-hal-hal seperti pergerakan mouse, mengeklik tombol, dan menavigasi menu dropdown," kata jubir Meta.
Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa mereka telah menyiapkan protokol keamanan khusus untuk memastikan privasi individu tetap terjaga selama proses pengambilan data berlangsung.
"Untuk membantunya, kami meluncurkan alat internal yang akan menangkap jenis masukan ini pada aplikasi tertentu demi melatih model kami. Ada pengamanan yang diterapkan untuk melindungi konten sensitif, dan data tersebut tidak digunakan untuk tujuan lain apa pun," tambahnya.
Langkah ini diambil setelah Zuckerberg merekrut Alexandr Wang dari Scale AI musim panas lalu untuk membangun tim pengembangan model fondasi AI baru. Unit Meta Superintelligence Labs (MSL) yang dipimpin Wang baru saja merilis Muse Spark sebagai model pertama dari seri Muse.
Perwakilan MSL melalui memo internal berusaha memberikan penegasan mengenai batasan akses informasi yang bisa dijangkau oleh alat pemantau tersebut.
"Setiap informasi pribadi insidental di email perusahaan Anda yang mungkin tertangkap dari layar, tidak akan dipelajari oleh model, berkat langkah-langkah mitigasi di atas," kata memo tersebut yang dikutip detikINET dari CNBC.
Meskipun ada jaminan keamanan, sejumlah staf Meta menyuarakan kekhawatiran dan menyebut proyek ini bersifat distopis karena berpotensi mengekspos data pribadi yang sangat sensitif. Hal ini mencakup kata sandi, detail pengembangan produk, hingga informasi keluarga dan kesehatan yang terekam saat mereka menggunakan perangkat kerja perusahaan.