Meta Indonesia Luncurkan Fitur Akun Remaja 13+ untuk Tingkatkan Keamanan Digital

Meta Indonesia Luncurkan Fitur Akun Remaja 13+ untuk Tingkatkan Keamanan Digital
Foto: Ilustrasi Meta Indonesia Luncurkan Fitur Akun Remaja 13+ untuk Tingkatkan Keamanan Digital.

Meta Indonesia resmi meluncurkan pembaruan fitur Akun Remaja di platform Instagram dengan menerapkan sistem pengaturan konten 13+. Langkah ini diambil untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman bagi pengguna usia muda.

Seperti dikutip dari Suara, inisiatif baru tersebut diperkenalkan dalam sebuah diskusi bertajuk ÔÇ£Cerdas Digital 2026: Anak Remaja Aman, Orang Tua TenangÔÇØ. Agenda ini digelar bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) serta ECPAT Indonesia.

Sistem keamanan terbaru ini menerapkan pengaturan bawaan yang mengadopsi klasifikasi usia film 13+. Kebijakan tersebut juga dirancang dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari orang tua mengenai perlindungan anak di media sosial.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, memberikan apresiasi terhadap kebijakan Meta dalam memperketat proteksi bagi remaja di ranah siber.

ÔÇ£Apresiasi kami sampaikan atas langkah Meta yang mulai memperkuat perlindungan remaja di ruang digital melalui pengaturan konten berbasis usia,ÔÇØ ujar Alexander Sabar dalam keterangan resmi pada Jumat (22/5/2026).

Alexander Sabar menilai bahwa keamanan anak di internet memerlukan sinergi yang kuat antara pihak pemerintah, penyedia platform digital, orang tua, hingga elemen masyarakat luas.

ÔÇ£Kami berharap langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik untuk menghadirkan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan sesuai usia bagi anak Indonesia,ÔÇØ kata Alexander Sabar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kebijakan Publik Meta Indonesia, Berni Moestafa, menjelaskan bahwa pembaruan pada Akun Remaja Instagram bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para orang tua.

ÔÇ£Kami memperbarui Akun Remaja Instagram dengan pengaturan yang terinspirasi dari klasifikasi usia film 13+ dan masukan dari orang tua untuk membantu remaja Indonesia mendapat pengalaman konten yang lebih sesuai usia di Instagram,ÔÇØ tutur Berni Moestafa.

Melalui sistem baru ini, Meta memperketat filter penyaringan terhadap beragam jenis unggahan sensitif di platform Instagram dan Facebook.

Sebelum kebijakan ini berlaku, Meta telah membatasi penyebaran rekomendasi konten yang bermuatan seksual sugestif, gambar kekerasan, serta promosi barang dewasa seperti rokok dan minuman beralkohol kepada remaja.

Saat ini, proteksi tersebut diperluas dengan memblokir paparan bahasa kasar, tayangan aksi berbahaya, aktivitas yang memicu perilaku berisiko, unggahan bermuatan perlengkapan ganja, hingga pencarian kata kunci sensitif yang ejaannya disamarkan.

Meta memastikan materi yang tidak layak bagi usia remaja tidak akan melintas di halaman Explore, Reels, Feed, Stories, kolom komentar, hingga pesan yang dikirim via DM.

Selain itu, akun-akun yang terdeteksi sering membagikan materi tidak sesuai umur akan dibatasi agar tidak bisa berinteraksi, mengirim pesan langsung, maupun mengikuti profil pengguna remaja.

Pembaruan Teknologi AI dan Program Edukasi Keluarga

Pihak Meta juga melakukan pembaruan pada teknologi kecerdasan buatan (AI) khusus remaja agar memberikan respons yang aman dan sesuai koridor usia mereka.

Orang tua juga diberikan opsi kontrol tambahan berupa fitur ÔÇ£Limited ContentÔÇØ untuk menerapkan pengawasan yang jauh lebih ketat di media sosial.

Fitur pengetatan ini memblokir kemampuan remaja untuk melihat, menulis, atau menerima komentar tertentu, sekaligus mengaktifkan penyaringan konten yang lebih agresif.

Seorang orang tua, Ersa Mayori, menyatakan bahwa kehadiran sistem bawaan di Instagram dan Facebook ini sangat membantu dalam memantau aktivitas siber anak-anak.

ÔÇ£Sebagai orang tua, kadang kita merasa selangkah tertinggal memahami aktivitas digital anak. Karena itu, fitur-fitur bawaan yang ada di Instagram dan Facebook sangat membantu kami,ÔÇØ kata Ersa Mayori.

Menurut Ersa Mayori, opsi tersebut efektif untuk membatasi interaksi dari akun asing yang tidak diinginkan serta mengontrol durasi screen time tanpa harus memutus akses anak ke media sosial sepenuhnya.

Guna memaksimalkan program Cerdas Digital 2026, Meta bersama ECPAT Indonesia mengagendakan kegiatan Smart Digital Parenting Workshop di sejumlah wilayah.

Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, Andy Ardian, menegaskan pentingnya andil orang tua dalam membentuk kebiasaan menggunakan internet secara sehat pada anak.

ÔÇ£Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak orang tua yang memiliki pengetahuan dan alat praktis untuk mendampingi anak mereka di dunia digital,ÔÇØ ucap Andy Ardian.

Rangkaian edukasi literasi digital bagi keluarga Indonesia ini dijadwalkan berlangsung di kota Yogyakarta, Denpasar, Batam, dan Kupang sepanjang tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi