Sejumlah besar pengguna Instagram mengalami kepanikan setelah mendapati jumlah pengikut mereka berkurang secara signifikan dalam waktu yang sangat singkat. Fenomena ini kemudian ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dengan sebutan The Great Purge of 2026.
Kondisi ini tidak hanya menimpa pengguna biasa, tetapi juga berdampak pada akun-akun milik selebriti papan atas dunia serta influencer ternama. Penurunan jumlah pengikut tersebut dilaporkan terjadi hanya dalam hitungan jam di berbagai belahan dunia.
Dilansir dari Tekno, perusahaan induk Instagram, Meta, memberikan penjelasan bahwa fenomena ini bukanlah akibat dari kesalahan sistem atau bug algoritma. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur rutin perusahaan untuk menjaga integritas platform.
"Sebagai bagian dari proses rutin kami untuk menghapus akun tidak aktif, beberapa akun Instagram mungkin melihat adanya perubahan pada jumlah pengikut mereka," ujar juru bicara Meta.
Pihak Meta memberikan penegasan bahwa pengikut yang berstatus aktif tidak akan terdampak oleh kebijakan bersih-bersih ini. Selain itu, akun yang sebelumnya sempat ditangguhkan namun berhasil dipulihkan akan kembali masuk dalam hitungan setelah verifikasi selesai.
Berdasarkan data layanan pemantau Celebrity Radar dan BPT Scans, Kylie Jenner menjadi tokoh yang paling terdampak dengan kehilangan sekitar 15 juta pengikut. Saat ini, jumlah pengikut akun @kyliejenner berada di angka 385 juta dari sebelumnya yang mencapai 390 juta.
Bintang sepak bola dunia juga tidak luput dari dampak pembersihan ini, di mana Cristiano Ronaldo kehilangan sekitar 8 juta pengikut dan Lionel Messi turun sekitar 4 juta. Di industri musik, Ariana Grande dan Selena Gomez masing-masing kehilangan 6 juta pengikut.
Dampak besar juga menyasar ekosistem K-pop, di mana grup musik Blackpink tercatat kehilangan lebih dari 10 juta pengikut pada akun resmi grup mereka. Sementara itu, Lisa Blackpink mengalami penurunan 1,1 juta pengikut, diikuti oleh Jennie, Rose, dan Jisoo.
Di Indonesia, sejumlah pengguna juga melaporkan kehilangan pengikut dalam jumlah yang bervariasi. Pengguna dengan nama akun @Dadikwahyuutero mengaku jumlah pengikutnya menyusut hingga 300 akun disertai penurunan jumlah akun yang diikuti.
Kepanikan ini muncul karena di era digital saat ini, angka pengikut memiliki nilai komersial yang tinggi untuk monetisasi dan kerja sama dengan merek tertentu. Sebagian analis menilai pembersihan ini penting untuk menjaga ekosistem Instagram dari angka yang tidak realistis akibat bot.