PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan penemuan potensi mineralisasi emas baru di prospek Kolokoa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada Sabtu (18/4/2026). Lokasi temuan strategis ini berada di area konsesi yang berdekatan dengan infrastruktur utama Tambang Emas Pani.
Eksplorasi awal di lokasi tersebut berhasil mengonfirmasi zona mineralisasi yang luas setelah dilakukan pengeboran selama empat bulan terakhir. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Detik Finance, temuan ini diproyeksikan menjadi satelit pendukung bagi produksi emas perseroan di masa depan.
Direktur Utama PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, memberikan penjelasan mengenai signifikansi lokasi tersebut terhadap pengembangan bisnis perusahaan. Ia menekankan bahwa posisi geografis Kolokoa yang dekat dengan Pani menjadi faktor keunggulan utama.
"Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).
Pihak manajemen berkomitmen untuk memperkuat data teknis melalui rangkaian kegiatan lapangan yang lebih mendalam. Fokus utama perseroan saat ini adalah memastikan efisiensi operasional di seluruh wilayah kerja mereka.
"Perseroan akan terus menjalankan program eksplorasi yang disiplin dan terarah untuk meningkatkan keyakinan terhadap potensi sumber daya di proyek ini," kata Boyke menambahkan.
Hingga saat ini, sebanyak 30 lubang bor telah diselesaikan dari total target 82 lubang yang direncanakan rampung sepanjang tahun 2026. Target eksplorasi di Kolokoa diperkirakan mencapai 20 hingga 40 juta ton material dengan kadar emas berkisar antara 0,3 hingga 0,5 g/t emas.
Hasil pengujian metalurgi awal menggunakan metode bottle-roll menunjukkan tingkat pemulihan yang cukup tinggi. Untuk material oksida, perolehan emas mencapai 87-94 persen, sementara material transisi berada di angka 81-92 persen.
Lokasi Kolokoa hanya berjarak sekitar 500 meter dari deposit utama Pani, yang memudahkan proses pengangkutan material dan pengendalian kadar bijih. Saat ini, Tambang Emas Pani sendiri telah mulai beroperasi sejak Februari 2026 dengan target produksi awal mencapai 115.000 ounces emas tahun ini.