Mentan Amran Sulaiman Klaim Pelemahan Rupiah Dongkrak Ekspor Pertanian

Mentan Amran Sulaiman Klaim Pelemahan Rupiah Dongkrak Ekspor Pertanian
Foto: Ilustrasi Mentan Amran Sulaiman Klaim Pelemahan Rupiah Dongkrak Ekspor Pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memberikan dampak positif bagi peningkatan nilai ekspor komoditas sektor pertanian di Jakarta Selatan pada Rabu (20/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan untuk mengklarifikasi pandangan makro Presiden Prabowo mengenai kondisi ekonomi masyarakat desa, seperti dilansir dari Suara. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan ekspor sektor pertanian tersebut berhasil menembus angka ratusan triliun rupiah.

"Nah hasilnya ini. Ini kesimpulan aja ini, naik Rp166 triliun. Ini ekspor pertanian dan ini data BPS," terang Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.

Amran menilai data kenaikan ekspor dari BPS tersebut sekaligus memperjelas maksud dari pernyataan Presiden Prabowo sebelumnya yang menyebutkan bahwa masyarakat di desa tidak menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.

"Inilah yang dimaksud Bapak Presiden bahwa ada dampaknya iya, tetapi dampak positifnya, di desa khususnya, di desa kan petani kan? Dampak positifnya jauh lebih tinggi," ujar Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.

Kendati mencatatkan pertumbuhan pada sektor ekspor, Amran mengakui bahwa fluktuasi mata uang tetap memberikan tekanan pada beberapa komoditas pangan nasional yang masih bergantung pada impor. Komoditas yang terdampak tekanan tersebut di antaranya adalah bawang putih, kedelai, dan daging sapi.

Amran Sulaiman sendiri memiliki latar belakang pendidikan tinggi di bidang agrikultur dari Universitas Hasanuddin Makassar. Ia menyelesaikan studi sarjana pertanian pada 1993, lalu melanjutkan jenjang master pada 2003, dan meraih gelar pascasarjana pada 2012 di universitas yang sama.

Sebelum menjabat sebagai menteri, Amran memulai karier profesionalnya di PT Perkebunan Nusantara XIV sebagai kepala operasi lapangan di pabrik gula pada tahun 1994. Kariernya di perusahaan tersebut terus meningkat hingga ia dipercaya menempati posisi sebagai kepala logistik.

Artikel terkait

Rekomendasi