Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bakal kembali menguat bahkan lari kencang pada pekan depan seiring perbaikan fundamental ekonomi nasional, Jumat (22/5/2026).
Keyakinan tersebut disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, merespons pergerakan IHSG yang sempat anjlok ke level 5.966 pada awal transaksi sebelum akhirnya ditutup melonjak 67,1 poin atau 1,10 persen ke level 6.162,04 pada penutupan perdagangan Jumat.
"Saya pikir sih, kalau lihat dari teknikalnya sih, minggu depan sudah lari kencang," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Pemerintah ditegaskan akan terus memperkuat kondisi perekonomian domestik agar para pelaku pasar saham tidak perlu merasa khawatir dengan situasi pasar saat ini.
"Jadi nggak usah takut, kalau main pasar saham, kita akan perbaiki terus ekonominya ke depan. Dan makin cepat, makin cepat, makin cepat lagi," katanya.
Pemulihan indeks saham domestik disebut hanya tinggal menunggu momentum karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik.
"Jadi tinggal tunggu waktu saja sampai, enggak lama kalau enggak salah, sampai harga IHSG akan robound lagi," katanya.
Menurut penjelasan Purbaya, pergerakan harga saham pada dasarnya sangat terikat dengan kondisi fundamental perusahaan serta situasi ekonomi secara menyeluruh, di mana laba emiten yang meningkat akan mendongkrak harga sahamnya.
"Jadi harusnya sih, enggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti, undervalued, beli saja, pasti untung," kata Purbaya.
Berdasarkan data yang dilansir dari Investortrust, performa IHSG di Bursa Efek Indonesia berhasil bangkit berkat sokongan kenaikan mayoritas sektor saham, yang dipimpin oleh sektor material dasar sebesar 6,85 persen dan sektor energi sebesar 4,84 persen.
Sektor konsumer primer turut menguat 2,58 persen, diikuti sektor industri 2,32 persen, serta sektor infrastruktur sebesar 1,53 persen, sementara penurunan justru melanda saham dari sektor keuangan.