Menkes Budi Gunadi Anjurkan Teknik Box Breathing Atasi Burnout Pekerja

Menkes Budi Gunadi Anjurkan Teknik Box Breathing Atasi Burnout Pekerja
Foto: Ilustrasi Menkes Budi Gunadi Anjurkan Teknik Box Breathing Atasi Burnout Pekerja.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyarankan penggunaan teknik pernapasan box breathing bagi para pekerja untuk mencegah kelelahan mental dan menjaga konsentrasi di sela jadwal aktivitas yang padat pada Senin (27/4/2026). Langkah praktis ini bertujuan menstabilkan kondisi tubuh dan pikiran setelah terpapar tekanan kerja berlebih.

Kebutuhan akan metode pemulihan fokus ini muncul akibat banyaknya pekerja yang menghadapi jadwal rapat beruntun serta tuntutan multitasking tinggi. Dilansir dari Lifestyle, otak yang dipaksa berpindah fokus secara terus-menerus tanpa jeda dapat mengakibatkan penurunan kemampuan mencerna informasi secara efektif.

Metode box breathing dijelaskan sebagai rutinitas singkat yang dapat dilakukan dalam waktu satu hingga dua menit saja. Penjelasan mengenai prosedur sederhana ini dibagikan oleh Menkes melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya sebagai solusi praktis menghadapi potensi kegagalan fokus saat bekerja.

"Biar kalian gak burnout, gagal fokus, setiap mau perpindahan topik atau meeting, lakukan teknik box breathing. Caranya gampang banget, tarik nafas 4 detik, tahan 4 detik, hembuskan 4 detik, tahan lagi 4 detik, ulangi 4 sampai 6 kali," ujarnya Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.

Menkes menyatakan bahwa dirinya secara rutin menerapkan teknik ini di tengah padatnya agenda pemerintahan. Hal tersebut dianggap krusial untuk memastikan pikiran tetap tajam sebelum memulai pembahasan atau agenda baru yang berbeda-beda setiap harinya.

"Saya juga sering menghadapi belasan meeting dalam sehari dengan topik yang berbeda, dan saya selalu meluangkan waktu sebentar untuk melakukan ini agar pikiran tetap tajam," tambah Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.

Penerapan pola pernapasan teratur ini memiliki berbagai dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental berdasarkan data medis. Mengutip informasi dari WebMD, teknik box breathing bermanfaat dalam mengendalikan stres, mengatasi kepanikan, hingga membantu penderita insomnia untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Selain meningkatkan fokus, praktik ini juga berperan dalam aspek kesehatan klinis seperti menurunkan kadar hormon stres (kortisol) dan tekanan darah. Kondisi tubuh yang lebih tenang setelah melakukan pernapasan ini dinilai sangat membantu individu dalam proses pengambilan keputusan yang lebih jernih di bawah tekanan.

Artikel terkait

Rekomendasi