Islam meyakini keberadaan penyakit ain sebagai gangguan yang tidak terlihat secara fisik namun dampaknya nyata bagi pengidapnya. Dilansir dari Detikcom, gangguan ini bermula dari tatapan seseorang yang memicu rasa kagum tanpa mengingat Allah SWT atau didasari oleh perasaan iri dengki.
Pemahaman mendalam mengenai kondisi ini menjadi penting bagi umat Islam agar dapat melakukan upaya pencegahan sedini mungkin. Penyakit ain secara harfiah berasal dari kata yang berarti melihat, di mana pandangan seseorang justru menjadi sumber musibah bagi objek yang dilihatnya.
Iding Sanus dalam buku Ensiklopedia Ruqyah menjelaskan bahwa secara bahasa, ain merujuk pada tindakan laki-laki yang memandang dan pandangan tersebut menimbulkan kemalangan. Pihak yang memandang disebut sebagai ain, sedangkan korbannya disebut ma'in atau ma'yun.
Secara istilah, ain diartikan sebagai pandangan mata yang bercampur dengan rasa hasad dari jiwa yang buruk. Imam Ibnul Qayyim menekankan bahwa penyakit ini bersumber dari jiwa pendengki yang disalurkan melalui mata, meski dampaknya tidak selalu muncul pada setiap objek yang dilihat.
Keberadaan penyakit ini ditegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh HR Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda:
"Ain adalah nyata, dan seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir niscaya Ain-lah yang mendahuluinya, dan apabila kalian diminta mandi, maka mandilah."
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya melalui riwayat HR Ahmad dan Al-Hakim untuk senantiasa mendoakan keberkahan saat melihat sesuatu yang menakjubkan.
"Rasulullah SAW bersabda, 'Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar)'."
Ciri-Ciri Seseorang Terkena Penyakit Ain
Syaikh 'Abdul 'Aziz As-Sadhan memaparkan sejumlah tanda yang muncul pada pengidap ain jika gejala tersebut bukan disebabkan oleh gangguan medis atau jasmani. Gejala ini sering kali bersifat berpindah-pindah dan memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Ciri-ciri tersebut meliputi sakit kepala yang tidak menetap, wajah yang tampak pucat, serta produksi keringat berlebih. Pengidap juga sering mengalami penurunan nafsu makan, detak jantung yang tidak beraturan, hingga rasa sesak di area dada.
Tanda lainnya adalah munculnya rasa panas atau dingin pada anggota tubuh, emosi yang meledak-ledak, dan ketakutan yang tidak wajar. Secara perilaku, mereka yang terkena ain cenderung suka menyendiri, malas bergerak, dan mengalami gangguan tidur atau terlalu banyak tidur.
Langkah Pencegahan dan Doa Perlindungan
Mencegah timbulnya penyakit ain dapat dilakukan dengan beberapa metode yang disarikan dari kitab Hishnul Muslim karya Syaikh bin Ali bin Wahf al-Qathani. Langkah utama adalah membentengi diri melalui zikir harian dan doa perlindungan atau ta'awwudz.
Umat Islam juga dianjurkan untuk mendoakan keberkahan bagi orang lain yang dikhawatirkan terkena dampak pandangan mata. Adapun bacaan doa keberkahan tersebut adalah sebagai berikut:
┘à┘ÄϺ Ï┤┘ÄϺÏí┘Ä Ïº┘ä┘ä┘ç┘Å ┘ä┘ÄϺ ┘é┘Å┘ê┘æ┘ÄÏ®┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä Ï¿┘ÄϺÏ▒┘É┘â┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É
M─ü sy─ü'all─ühu l─ü quwwata ill─ü bill─üh. All─ühumma b─ürik 'alaih.
Artinya: "(Inilah) apa yang dikehendaki Allah, tiada kekuatan selain dengan Allah, ya Allah berkahilah ia."
Upaya pencegahan lainnya adalah dengan tidak memamerkan sesuatu yang dapat memicu kekaguman berlebih dari orang lain secara terang-terangan. Selain itu, Rasulullah SAW juga mencontohkan doa khusus untuk memohon perlindungan bagi anak cucunya.
Berdasarkan riwayat HR Abu Dawud, Nabi SAW membacakan doa perlindungan untuk Hasan dan Husain dengan kalimat berikut:
Ïú┘ÄÏ╣┘Å┘ê┘ÆÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä┘ä┘É┘à┘ÄϺϬ┘É Ïº┘ä┘ä┘ç┘É Ïº┘äϬ┘Ä┘æÏº┘à┘Ä┘æÏ®┘É ┘à┘É┘å┘Æ ┘â┘Å┘ä┘É┘æ Ï┤┘Ä┘è┘ÆÏÀ┘ÄϺ┘å┘É┘É ┘ê┘Ä ┘ç┘ÄϺ┘à┘Ä┘æÏ®┘É┘É ┘ê┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ ┘â┘Å┘ä┘É┘æ Ï╣┘Ä┘è┘Æ┘å┘É┘É ┘äϺ┘à┘Ä┘æÏ®┘É┘É
A'udzu bikalim─ütill─ühit-t─ümm─üti min kulli syaith─ünin wa h─ümmah wa min kulli 'ainin l─ümmah.
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang berbisa, dan pandangan mata yang jahat."