Organisasi esports kenamaan asal Brasil, paiN Gaming, kembali mengejutkan publik dengan mengumumkan pengunduran diri mereka dari kompetisi profesional Dota 2. Keputusan ini terasa sangat mendadak karena tim tersebut baru saja melakukan comeback pada awal tahun 2026 yang lalu.
Melalui pengumuman resmi pada 12 April, manajemen paiN Gaming memastikan telah memutus kontrak dengan seluruh anggota tim Dota 2 beserta jajaran staf pelatihnya. Langkah drastis ini secara otomatis mengakhiri masa bakti mereka yang tergolong sangat singkat di kancah kompetitif milik Valve tersebut.
Evaluasi Mendalam dan Tantangan Struktural
Pihak manajemen menjelaskan bahwa langkah untuk hengkang diambil setelah mereka melakukan penilaian menyeluruh terhadap proyek divisi Dota 2. Terdapat berbagai kendala serius yang menjadi pertimbangan utama, mulai dari masalah struktural tim hingga aspek keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.
Poin utama yang menjadi dasar keputusan manajemen adalah:
- Perlunya fondasi organisasi yang lebih kokoh untuk dapat bersaing di level tertinggi turnamen internasional secara konsisten.
- Adanya tantangan internal yang menghambat stabilitas tim dalam mencapai target prestasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
- Kebutuhan finansial dan operasional yang cukup besar guna menjaga eksistensi tim agar tetap kompetitif di skena esports saat ini.
Meskipun saat ini resmi mundur, paiN Gaming menyatakan bahwa mereka tidak menutup pintu sepenuhnya untuk kembali lagi di masa depan. Hal ini memberikan sedikit harapan bagi para penggemar yang ingin melihat logo organisasi ikonik ini kembali menghiasi panggung besar Dota 2.
Perjalanan Singkat yang Diwarnai Konflik Internal
Kembalinya paiN Gaming ke skena Dota 2 sebenarnya sempat memicu antusiasme besar, terutama di kalangan komunitas Amerika Selatan. Mereka memutuskan untuk aktif kembali pada Februari 2026 setelah sempat absen selama enam tahun dengan mengakuisisi roster dari tim Peru Rejects.
Namun, harapan besar tersebut justru berhadapan dengan realita yang cukup pahit sejak turnamen pertama mereka dimulai. Di ajang DreamLeague Season 28, tim ini langsung didera masalah internal yang cukup pelik dan mengganggu performa tim di lapangan.
Berikut adalah ringkasan perjalanan tim paiN Gaming selama dua bulan terakhir:
| Aspek Perjalanan | Detail dan Catatan Penting |
|---|---|
| Waktu Kembali | Februari 2026 (mengakuisisi roster Peru Rejects). |
| Turnamen Utama | DreamLeague Season 28 dan ESL One Birmingham 2026. |
| Perubahan Roster | Mencadangkan David “Parker” Flores dan mendatangkan “Smiling Knight”. |
| Prestasi Terbaik | Juara di turnamen tier-3 CCT Season 2 Series 8. |
Salah satu keputusan kontroversial yang diambil adalah memarkir pemain carry mereka, David “Parker” Flores, hanya setelah dua pertandingan berlangsung. Situasi ini diperparah dengan adanya laporan dari pelatih mengenai masalah dinamika tim dan sikap pemain yang sulit disatukan dalam waktu singkat.
Performa di Turnamen dan Dampak Bagi Kawasan
Secara keseluruhan, performa paiN Gaming memang terlihat sangat tidak konsisten dan sulit bersaing dengan tim papan atas lainnya. Mereka terpaksa harus puas finis di posisi papan bawah saat berlaga di turnamen bergengsi DreamLeague Season 28.
Meski sempat mencicipi gelar juara pada turnamen kasta ketiga CCT Season 2 Series 8, hal itu belum cukup membuktikan taji mereka. Pada ajang ESL One Birmingham 2026, mereka kembali terpuruk dan hanya mampu menduduki peringkat 11-12 di akhir kompetisi.
Kepergian paiN Gaming ini tentu menjadi kabar buruk bagi ekosistem Dota 2 di wilayah Amerika Selatan secara keseluruhan. Selama ini, kawasan tersebut memang sangat membutuhkan kehadiran organisasi besar yang memiliki stabilitas finansial untuk menyokong karier para pemainnya.
Sebagai salah satu organisasi terbesar di wilayah tersebut, kekosongan yang ditinggalkan paiN Gaming akan sangat terasa dampaknya. Kini, peluang bagi para talenta muda untuk berkembang di bawah naungan tim profesional menjadi semakin menyempit seiring berkurangnya jumlah organisasi besar di sana.
Kasus mundurnya paiN Gaming membuktikan bahwa tantangan finansial dan manajemen internal masih menjadi batu sandungan utama di skena Dota 2. Kini komunitas hanya bisa menanti apakah mereka akan benar-benar kembali dengan struktur organisasi yang lebih matang di masa mendatang.