Medikaloka Hermina Alokasikan Dividen Rp 207 Miliar meski Laba Bersih Turun

Medikaloka Hermina Alokasikan Dividen Rp 207 Miliar meski Laba Bersih Turun
Foto: Ilustrasi Medikaloka Hermina Alokasikan Dividen Rp 207 Miliar meski Laba Bersih Turun.

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) memutuskan untuk mengalokasikan dana sebesar Rp 207 miliar sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham. Angka ini setara dengan sekitar Rp 13,5 per saham.

Dikutip dari Investortrust, jumlah tersebut menggambarkan dividend payout ratio sebesar 48,19% dari total laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat senilai Rp 429,54 miliar.

Laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk HEAL pada tahun lalu mengalami penurunan sebesar 19,85% secara tahunan. Namun, pendapatan bersih perseroan justru tumbuh 6,2% mencapai Rp 7,1 triliun.

Menurut Direktur Utama Medikaloka Hermina, Yulisar Khiat, keputusan pembagian dividen itu mencerminkan komitmen perseroan dalam memberi nilai tambah kepada para pemegang saham.

"Perseroan secara konsisten menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan jaringan layanan, transformasi digital, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan," jelas Yulisar dalam keterangan tertulis usai rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Pihak manajemen menjelaskan bahwa performa keuangan pada tahun lalu ditopang oleh kenaikan jumlah pasien serta penyesuaian tarif layanan rumah sakit. Faktor lain adalah pengelolaan pengeluaran biaya yang lebih efisien dari tahun sebelumnya.

Yulisar Khiat menyebutkan bahwa sepanjang 2025, HEAL telah mengeksekusi sejumlah program prioritas. Program tersebut meliputi pengembangan layanan unggulan seperti onkologi, fertilitas, dan stroke center.

Langkah lainnya adalah akselerasi transformasi digital lewat pembaruan sistem informasi rumah sakit dan aplikasi pasien bernama Halo Hermina.

Di samping itu, perusahaan memperkuat aspek sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan sektor institusi pendidikan.

"Fokus kami tidak hanya pada ekspansi, tetapi juga pada peningkatan manfaat yang nyata bagi masyarakat melalui layanan yang berkualitas dan berstandar tinggi," ujar Yulisar.

Terkait perluasan jaringan fisik, perseroan tengah melanjutkan proyek pembangunan Rumah Sakit Hermina baru di wilayah Bali dan Salatiga. HEAL juga menambah kapasitas daya tampung layanan pada beberapa rumah sakit existing.

Hermina pun mulai merintis model bisnis operatorship sebagai salah satu strategi tumpuan untuk mengejar pertumbuhan jangka panjang.

Hingga penutupan tahun 2025, Yulisar Khiat menilai perusahaan sukses memperkokoh posisi sebagai salah satu jaringan fasilitas kesehatan terbesar di Indonesia dengan sokongan tenaga medis dan nonmedis profesional.

Sebagai strategi memperkuat tata kelola korporasi serta daya saing, emiten pengelola rumah sakit ini mengesahkan perombakan struktur pengurus direksi dan dewan komisaris.

Langkah penyegaran organisasi tersebut dilakukan menyusul adanya surat pengunduran diri Darwin Cyril Noerhadi dari posisi komisaris pada tanggal 17 Maret 2026.

Para pemegang saham kemudian menyetujui pengangkatan Iswan Kosasih untuk mengisi posisi komisaris perseroan serta Yustinus Immanuel Herawan sebagai direktur baru perseroan.

"Dengan dukungan kuat dari para pemegang saham, pelanggan, mitra usaha, serta seluruh karyawan, manajemen optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," tegas Yulisar.

Artikel terkait

Rekomendasi