McDonalds Targetkan Operasikan 10000 Gerai di China pada 2028

McDonalds Targetkan Operasikan 10000 Gerai di China pada 2028
Foto: Ilustrasi McDonalds Targetkan Operasikan 10000 Gerai di China pada 2028.

Rantai restoran cepat saji asal Amerika Serikat, McDonaldÔÇÖs, menargetkan ekspansi besar-besaran dengan mengoperasikan 10.000 gerai di China pada 2028 mendatang. Rencana ini diumumkan pada Kamis (7/5/2026) saat sejumlah merek Barat lainnya justru sedang menghadapi tekanan ekonomi di pasar Tiongkok.

Hingga akhir tahun 2025, jumlah unit restoran McDonaldÔÇÖs di daratan China dilaporkan telah menyentuh angka 7.700 gerai. Pertumbuhan agresif ini menempatkan China sebagai negara dengan jumlah gerai terbanyak kedua bagi perusahaan tersebut setelah Amerika Serikat.

Dilansir dari Money, keberhasilan ekspansi ini terjadi di tengah lesunya kinerja merek global lain seperti Nike, Starbucks, dan LVMH di wilayah tersebut. McDonaldÔÇÖs melaporkan pertumbuhan penjualan sebesar 3,4 persen pada kuartal pertama tahun 2026.

Operasional bisnis di China merupakan bagian dari strategi pengembangan pasar lisensi internasional perusahaan. Kepemilikan bisnis sebesar 52 persen dipegang oleh investor lokal, Trustar Capital, yang merupakan afiliasi dari ekuitas swasta CITIC Capital Holding Limited.

Faktor nostalgia masyarakat Tiongkok turut mendorong popularitas merek ini sejak pertama kali masuk ke pasar domestik pada 1990. McDonaldÔÇÖs sempat viral setelah menghadirkan kembali menu milkshake klasik vanila dan stroberi secara terbatas di 44 gerai pada 15 kota setelah sempat berhenti dijual pada 2014.

Zhu Ming, salah satu konsumen, bahkan rela menempuh perjalanan selama 30 menit hanya demi mendapatkan menu masa kecilnya tersebut.

"Saya ingat pertama kali minum milkshake ini saat masih kecil," kata Zhu Ming kepada CNBC.

Di tengah pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih melirik merek lokal karena faktor nasionalisme dan harga, McDonaldÔÇÖs beradaptasi melalui strategi harga kompetitif. Mereka menawarkan paket hemat seharga 14 yuan atau sekitar Rp 35.773 yang populer di kalangan warga setempat.

Inovasi menu yang memadukan cita rasa klasik dengan lokal, seperti Big Mac tulang ayam barbekyu dan McFlurry buah naga, menjadi daya tarik tambahan. Tracy Dai, Direktur Skinny, menilai konsumen China saat ini sangat mempertimbangkan nilai dari setiap produk yang dibeli.

"McDonald's sedikit lebih mahal, tetapi jika kamu memikirkan pengalaman dan rasa serta kualitas yang kamu dapatkan, pasti ada nilai lebih," kata Tracy Dai, Direktur perusahaan konsultan brand Skinny.

Artikel terkait

Rekomendasi