PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) membukukan lonjakan signifikan pada penyaluran pembiayaan berkelanjutan sebesar 92,9 persen secara year on year (yoy) hingga mencapai Rp 8,24 triliun sepanjang tahun 2025. Dilansir dari Investortrust, realisasi pembiayaan ini dihitung berdasarkan klasifikasi sustainable product framework (SPF) serta transition finance framework (TFF).
Sektor transportasi ramah lingkungan menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi kredit mencapai Rp 4,6 triliun pada tahun 2025, melonjak drastis dari nilai Rp 2,1 triliun pada tahun sebelumnya. Pada segmen ritel, ekspansi ini didukung oleh kolaborasi bersama entitas anak, Maybank Finance dan WOM Finance, dalam menyediakan pembiayaan kendaraan listrik serta hybrid.
Selain sektor transportasi, pendanaan juga dialirkan ke sektor energi terbarukan sebesar Rp 315 miliar serta sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan senilai Rp 500 miliar. Penguatan portofolio investasi hijau ini disampaikan langsung oleh pihak manajemen perbankan dalam rilis resminya pada hari Kamis (2/4/2026).
"Penyaluran ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, baik melalui pembiayaan kendaraan listrik maupun pembiayaan pada rantai nilai pendukungnya," ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan.
Perusahaan juga memperkuat portofolio investasi melalui instrumen green bonds atau sukuk senilai Rp 1,5 triliun, di samping pengembangan skema sustainability linked financing yang menyentuh angka Rp 1,1 triliun.
"Pada kategori sosial, penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor pengembangan sosial ekonomi, pemberdayaan, dan penciptaan lapangan kerja dengan total pembiayaan sebesar Rp 172 miliar," kata Steffano Ridwan.
Secara keseluruhan, akumulasi pembiayaan berdasarkan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) di Maybank Indonesia sudah menembus angka Rp 21,23 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 19,55 persen dari total seluruh kredit yang disalurkan oleh bank secara standalone.
"Hal ini mencerminkan komitmen bank dalam memperluas pembiayaan yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat," ucap Steffano Ridwan.