Maskapai Penerbangan Nigeria Tangguhkan Operasional Mulai 20 April

Maskapai Penerbangan Nigeria Tangguhkan Operasional Mulai 20 April
Foto: Ilustrasi Maskapai Penerbangan Nigeria Tangguhkan Operasional Mulai 20 April.

Asosiasi Operator Maskapai Penerbangan Nigeria (AON) memutuskan untuk menangguhkan seluruh aktivitas penerbangan di negara tersebut mulai Senin, 20 April 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga bahan bakar pesawat yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kenaikan harga avtur di Nigeria telah menyentuh angka 270 persen dibandingkan dengan posisi pada akhir Februari 2026. Penyesuaian harga yang sangat drastis ini dinilai tidak wajar karena jauh melampaui tren kenaikan harga minyak mentah di pasar global, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

AON menyampaikan keberatan mereka melalui surat resmi yang ditujukan kepada Asosiasi Pemasar Energi Utama Nigeria (MEMAN). Pihak asosiasi menekankan bahwa komponen biaya bahan bakar saat ini telah menyerap sekitar 30 hingga 40 persen dari total biaya operasional perusahaan penerbangan.

Kondisi ini menempatkan perusahaan dalam posisi sulit karena manajemen tidak dapat menaikkan harga tiket secara spontan. Kebijakan kenaikan tarif dikhawatirkan akan memicu penurunan drastis jumlah penumpang dan mengganggu efisiensi setiap rute penerbangan yang dilayani.

"Saat ini, pendapatan maskapai penerbangan tidak cukup untuk menutupi biaya bahan bakar saja," tulis surat resmi AON kepada MEMAN, dikutip dari Reuters, Jumat (17/4/2026).

Data operasional menunjukkan bahwa sektor penerbangan nasional Nigeria rata-rata menghabiskan 2,1 juta liter bahan bakar setiap hari sepanjang Maret 2026. Namun, timbul kejanggalan pada rantai pasok domestik yang melibatkan produsen lokal utama.

Kilang Minyak Dangote, yang merupakan satu-satunya produsen avtur di dalam negeri, tercatat tidak melakukan pengiriman ke pasar domestik selama periode Maret tersebut. Sebaliknya, data pelacakan kapal tanker dari Kpler menunjukkan adanya lonjakan ekspor produk minyak bumi bersih dari Nigeria, termasuk avtur dan solar, hingga lebih dari dua kali lipat.

Kesenjangan distribusi ini memicu tuduhan dari pihak asosiasi maskapai terhadap MEMAN. AON menduga adanya manipulasi sengaja terhadap suplai dan harga avtur di pasar domestik yang kini mengancam keberlangsungan industri transportasi udara di Nigeria.

Artikel terkait

Rekomendasi