Kasus dugaan penipuan yang melibatkan jasa penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) Marwah kembali memakan korban baru. Setelah sebelumnya ada laporan kerugian puluhan juta di Bekasi, kini seorang calon pengantin mengaku kehilangan dana hampir Rp100 juta tepat sebelum hari bahagianya.
Pasangan calon pengantin bernama Mayang dan Imam sedianya akan melangsungkan pernikahan pada 30 Mei 2026 mendatang. Namun, impian pernikahan indah tersebut terancam setelah dana sebesar Rp99,75 juta yang disetorkan untuk paket 1.000 tamu diduga dibawa lari oleh pihak WO.
Kronologi Perkenalan dengan WO Marwah
Mayang menceritakan bahwa pencarian vendor pernikahan dimulai melalui media sosial pada akhir tahun 2025 lalu. Ketertarikan mereka bermula dari berbagai promo menggiurkan yang ditawarkan oleh pihak Marwah kepada calon pelanggan.
Beberapa penawaran menarik yang sempat membuat mereka terpikat antara lain potongan harga yang besar hingga bonus stan makanan. Selain itu, penyedia jasa ini juga menjanjikan fasilitas tambahan berupa layanan photobooth secara cuma-cuma.
Meski terlihat menarik, Mayang sebenarnya sempat menaruh rasa curiga karena promo yang diberikan dirasa kurang masuk akal. Namun, karena paket tersebut sangat sesuai dengan anggaran yang disiapkan, calon suaminya memutuskan untuk mengambil jasa tersebut.
Rincian pembayaran yang telah disetorkan oleh korban:
- Pembayaran uang muka (DP) pada Desember 2025 sebesar Rp30 juta.
- Pelunasan sisa biaya paket pernikahan pada akhir April 2026.
- Total akumulasi dana yang masuk ke pihak WO mencapai Rp99,75 juta.
Dana tersebut mencakup seluruh kebutuhan acara untuk kapasitas seribu undangan. Sayangnya, harapan untuk mendapatkan pernikahan tanpa kendala justru berujung pada kekecewaan mendalam bagi kedua mempelai.
Munculnya Kejanggalan Jelang Hari Pernikahan
Kecurigaan Mayang semakin menguat ketika ia menemukan banyak keluhan dari pelanggan lain di media sosial pada Februari 2026. Ia sempat mengonfirmasi hal ini kepada pemilik WO yang bernama Eka, namun hanya mendapatkan permintaan doa dan dukungan.
Masalah mulai memuncak saat proses pertemuan teknis atau technical meeting menjelang hari pelaksanaan acara. Mayang terkejut setelah mengetahui fakta bahwa banyak vendor pendukung belum menerima bayaran dari pihak Marwah.
Daftar layanan yang belum dibayarkan oleh pihak WO kepada vendor:
| Kategori Layanan | Status Pembayaran |
|---|---|
| Make Up Artist (MUA) | Belum Dibayar |
| Family Gathering | Belum Dibayar |
| Entertainment/Musik | Belum Dibayar |
| Katering & Lainnya | Belum Ada Kepastian |
Tabel di atas menunjukkan bahwa meskipun pihak pengantin telah melunasi seluruh biaya, dana tersebut ternyata tidak diteruskan ke vendor terkait. Kondisi ini memaksa pasangan tersebut harus memulai persiapan dari awal dalam waktu yang sangat singkat.
Upaya Penyelamatan Acara
Saat ini, Mayang dan Imam memilih untuk fokus mencari vendor pengganti agar pernikahan tetap bisa terlaksana sesuai jadwal yang ditentukan. Mereka belum melaporkan kasus ini secara resmi ke pihak kepolisian karena keterbatasan waktu menjelang hari H.
Fokus utama mereka saat ini adalah memastikan acara tetap berjalan meskipun harus merogoh kocek kembali untuk mencari jasa lain. Hal ini dilakukan demi menjaga kelancaran momen sakral yang sudah direncanakan sejak lama.
Sebelumnya, kasus serupa juga telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur oleh pasangan lain dengan kerugian Rp85,5 juta. Pihak kepolisian saat ini masih membuka laporan bagi masyarakat lain yang merasa menjadi korban dari penyedia jasa pernikahan tersebut.