Hukum Puasa Arafah Tanpa Puasa Tarwiyah Tetap Sah Menurut Fikih

Hukum Puasa Arafah Tanpa Puasa Tarwiyah Tetap Sah Menurut Fikih
Foto: Ilustrasi Hukum Puasa Arafah Tanpa Puasa Tarwiyah Tetap Sah Menurut Fikih.

Umat Muslim dapat melaksanakan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah tanpa harus menunaikan puasa Tarwiyah terlebih dahulu. Secara hukum fikih, kedua puasa sunnah tersebut merupakan ibadah independen yang tidak memiliki ketergantungan syarat sah.

Pelaksanaan puasa Arafah bagi umat Islam di luar ibadah haji memiliki keutamaan menghapus dosa dua tahun. Pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah menjadi dua ibadah sunnah yang paling populer dilaksanakan umat muslim, seperti dilansir dari Suara.

Muncul sebuah pertanyaan klasik di tengah masyarakat mengenai kebolehan hanya menjalankan puasa Arafah tanpa didahului puasa Tarwiyah di hari sebelumnya. Untuk memahaminya, konteks kedua puasa ini perlu diperhatikan secara saksama.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Dinamakan Tarwiyah yang berarti mengairi atau mempersiapkan air karena pada zaman dahulu, jamaah haji menyiapkan pasokan air untuk dibawa menuju Padang Arafah.

Sementara itu, puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Waktu pelaksanaannya tepat saat jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Ini adalah puasa sunnah yang paling ditekankan atau sunnah muakkad.

Jawaban singkat mengenai kebolehan puasa Arafah saja adalah boleh dan sah. Secara hukum fikih, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah adalah dua ibadah yang bersifat independen atau berdiri sendiri.

Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa syarat sah puasa Arafah adalah harus melaksanakan puasa Tarwiyah terlebih dahulu. Masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik, kesibukan pekerjaan, atau baru berniat puasa saat sudah memasuki tanggal 9 Dzulhijjah tetap mendapatkan keutamaan penuh.

Berbeda dengan puasa Tarwiyah, puasa Arafah memiliki dalil yang lebih kuat serta dikenal memiliki keutamaan besar, khususnya bagi umat muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis yang dikutip dari laman Baznas.

ÔÇ£Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sedangkan puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim No. 1162)

Melalui hadis tersebut, jelas bahwa puasa Arafah memiliki nilai pahala yang sangat istimewa. Seseorang yang tidak sempat melakukan puasa Tarwiyah tetap sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.

Lafal Niat Puasa Arafah

Bagi masyarakat yang memutuskan untuk hanya mengambil puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, berikut adalah lafal niat yang bisa dibaca di dalam hati maupun lisan:

"Nawaitu shauma ÔÇÿarafata sunnatan lill├óhi taÔÇÿ├ól├ó."

Artinya: Saya berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala.

Umat muslim boleh melakukan puasa Arafah saja tanpa puasa Tarwiyah sehari sebelumnya. Selain menahan lapar, pelaksanaan puasa Arafah juga sebaiknya disertai dengan zikir, doa, dan sedekah, karena doa di hari Arafah adalah sebaik-baiknya doa.

Artikel terkait

Rekomendasi