Aktivitas menulis buku harian atau journaling kini semakin digemari sebagai bagian dari rutinitas merawat diri. Kegiatan sederhana ini ternyata memiliki dampak positif dalam memperbaiki kondisi psikologis sekaligus menurunkan tingkat stres seseorang.
Kebiasaan mengekspresikan emosi yang kerap dipendam menjadi alasan utama mengapa journaling sangat baik untuk kesehatan jiwa, seperti dilansir dari Popbela.
Menulis secara rutin dapat membantu melegakan beban pikiran. Aktivitas ini menyediakan ruang yang aman bagi seseorang untuk menuangkan segala bentuk emosi yang selama ini tersimpan rapat.
Psikolog James Pennebaker dalam studinya yang diterbitkan Sage Publications berjudul "Writing About Emotional Experiences as a Therapeutic Process" mengungkapkan bahwa metode ini menjadi lebih efektif bagi individu yang kurang nyaman berbagi cerita dengan orang lain.
Selain membuat pikiran terasa lebih lapang, rutinitas ini juga mampu meringankan gejala gangguan psikologis. Menulis tidak lagi dipandang sebatas pengisian buku harian biasa, melainkan sudah dikaitkan dengan perbaikan kondisi penderita kecemasan, PTSD, hingga depresi.
Berdasarkan riset dari National Health Institute mengenai kaitan journaling dengan kesehatan jiwa, kelompok yang aktif menulis mengalami peningkatan skor kesehatan mental sekitar 5% lebih baik daripada kelompok yang absen melakukannya.
Meningkatkan Kualitas Tidur dan Memahami Diri
Dampak positif lain dari aktivitas ini adalah membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Ketika alur pikiran lebih terorganisasi dan emosi berhasil dicerna, tubuh serta pikiran akan menjadi lebih rileks sebelum beristirahat.
Penelitian oleh Digdon dan Koble yang dirilis dalam International Association Of Applied Psychology mengonfirmasi bahwa meluangkan waktu untuk menulis sebelum tidur memengaruhi mutu istirahat seseorang. Pola tidur yang terjaga dengan baik ini nantinya akan memperbaiki suasana hati serta menekan level stres.
Journaling juga berperan penting sebagai sarana untuk mengenali diri sendiri secara lebih mendalam. Melalui tulisan yang dibuat secara berkala, seseorang dapat mengidentifikasi pola emosi serta kebiasaan tertentu yang sering muncul.
Data studi lain menunjukkan bahwa individu yang gemar menulis cenderung lebih mahir merangkai runtunan pengalaman hidupnya menjadi sebuah narasi yang terang. Proses ini secara perlahan membantu mereka memahami perasaan sekaligus kebutuhan mendasar diri sendiri.
Media Ekspresi Diri Lewat Kegiatan Kreatif
Konsep journaling saat ini sudah berkembang menjadi lebih variatif dan interaktif, tidak lagi monoton seperti format konvensional dahulu. Masyarakat yang tertarik mengeksplorasi seni menulis ini dapat mengikuti Creative Journaling Workshop yang diselenggarakan oleh BeautyFest Asia 2026.
Agenda tersebut bakal dilangsungkan pada 31 Mei 2026 di Kota Kasablanka. Melalui acara ini, peserta diajak untuk menumpahkan segala isi pikiran serta perasaan lewat medium tulisan dan bentuk visual yang penuh kreativitas.
Sesi yang berjalan selama satu setengah jam ini akan diarahkan langsung oleh pemandu journaling profesional, Annisa Brenda Clara, guna memberikan pengalaman yang lebih terarah bagi para peserta.