Mengenal Akupunktur sebagai Terapi Pendamping untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan

Mengenal Akupunktur sebagai Terapi Pendamping untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan
Foto: Ilustrasi Mengenal Akupunktur sebagai Terapi Pendamping untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan.

Upaya mencapai kehamilan secara alami terkadang menghadapi tantangan bagi sebagian perempuan. Hambatan seperti siklus menstruasi yang tidak menentu hingga kualitas ovum yang rendah sering kali menjadi pemicu gangguan kesuburan.

Sebagai solusi tambahan, akupunktur kini semakin diminati sebagai terapi pendamping untuk mengoptimalkan peluang kehamilan. Praktik medis ini melibatkan stimulasi pada titik-titik tubuh tertentu untuk mendukung kesehatan reproduksi secara terukur, seperti dikutip dari Lifestyle.

Dokter Spesialis Akupunktur Medik Eka Hospital PIK, dr. Laura Widiastuti, Sp.Ak, menjelaskan bahwa akupunktur berperan penting dalam persiapan kehamilan. Terapi ini berlaku baik bagi perempuan yang menjalani program alami maupun prosedur bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF).

Siklus haid yang tidak teratur menjadi salah satu kendala utama dalam merencanakan kehamilan. Kondisi tersebut memicu kesulitan dalam memprediksi masa subur yang sangat krusial bagi proses pembuahan.

Stimulasi hormonal dan perbaikan keseimbangan fungsi tubuh melalui akupunktur diklaim mampu menormalkan siklus tersebut. Melalui terapi rutin, tubuh didorong untuk mencapai stabilitas hormonal yang lebih optimal agar siklus menstruasi menjadi rutin.

"Akupunktur juga bisa dilakukan untuk persiapan kehamilan. Misalnya ada gangguan siklus haid yang maju-mundur. Kita bisa bantu terapi supaya lebih rutin," ujar dr. Laura.

Namun, pasien perlu memahami bahwa hasil dari terapi ini memerlukan waktu dan konsistensi. Penyesuaian fungsi biologis tubuh secara alami tidak terjadi dalam sekejap.

"Namun harus dilakukan selama 3 bulan dan dalam waktu 2 kali seminggu," ujar dr. Laura.

Mendukung Keberhasilan Prosedur Bayi Tabung

Peran akupunktur juga sangat signifikan bagi pasangan yang tengah menjalani program IVF. Terapi ini membantu meningkatkan kualitas persiapan reproduksi, terutama sebelum tahap pengambilan sel telur atau ovum pick-up.

"Kemudian untuk IVF juga akupunktur bisa membantu dan sudah terbukti bisa meningkatkan jumlah ovum untuk pick-up. Untuk praktik ini kami biasanya bekerja sama dengan obgyn," ujar dr. Laura.

Aliran darah ke organ reproduksi yang meningkat melalui akupunktur dipercaya dapat mendukung respons ovarium terhadap rangsangan hormon. Hal ini menciptakan kondisi fisik yang lebih siap sebelum sel telur diambil.

Sinergi antara dokter akupunktur dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) menjadi kunci efektivitas pengobatan. Pendekatan kolaboratif ini memastikan terapi berjalan selaras dengan kebutuhan medis pasien.

"Dokter obgyn akan meresepkan obat-obatan yang diperlukan dan kami dokter akupuntur akan tambahkan terapi untuk ovum pick-up dan keberhasilan implantasi yang lebih baik," ujar dr. Laura.

Menjaga Kondisi Embrio Setelah Implantasi

Manfaat akupunktur tetap berlanjut bahkan setelah proses pembuahan atau transfer embrio berhasil dilakukan. Terapi ini dapat membantu memperkuat posisi embrio di dalam rahim.

"Ketika kehamilan sudah terjadi, akupunktur bisa untuk mempertahankan embrio yang sudah diimplantasi," ujar dr. Laura.

Pada masa awal kehamilan, stabilitas kondisi rahim menjadi prioritas utama untuk menunjang perkembangan janin. Akupunktur bekerja dengan memicu relaksasi tubuh dan memperbaiki sirkulasi darah ke area rahim.

Selain itu, keseimbangan sistem saraf otonom yang terjaga melalui terapi ini membantu tubuh tetap dalam kondisi prima. Meski demikian, dr. Laura mengingatkan pentingnya pengawasan medis dalam setiap sesi terapi.

Keamanan tetap menjadi faktor prioritas utama, terutama karena terdapat titik-titik tertentu yang tidak boleh distimulasi pada ibu hamil. Kesalahan pemilihan titik dapat menimbulkan risiko yang membahayakan janin atau ibu.

"Pastikan pilih layanan atau dokter akupunktur medik yang sudah tersertifikasi, sebab ada beberapa kontradiksi dan titik-titik yang tidak boleh dipakai pada ibu hamil maupun yang merencanakan kehamilan," ujar dr. Laura.

Artikel terkait

Rekomendasi