Mandiri Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham Bank Central Asia

Mandiri Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham Bank Central Asia
Foto: Ilustrasi Mandiri Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham Bank Central Asia.

Mandiri Sekuritas mengeluarkan rekomendasi beli untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada Selasa, 26 Mei 2026, karena melihat potensi kenaikan harga hingga 40,98 persen meskipun pertumbuhan laba bersih perseroan saat ini sedang mengalami perlambatan.

Dilansir dari Investortrust, perusahaan efek tersebut menetapkan target harga agresif sebesar Rp8.600 per saham untuk bank swasta terbesar di Indonesia ini. Pada penutupan sesi sebelumnya, saham BBCA melonjak 3,39 persen ke posisi Rp6.100 per saham yang menandai kenaikan harian tertingginya dalam lebih dari sebulan.

Aksi beli selektif oleh investor institusi tersebut turut mendorong reli dua hari pada saham-saham perbankan dalam kelompok empat besar di Indonesia. Rekomendasi positif ini muncul di tengah penurunan kinerja operasional jangka pendek dari emiten perbankan tersebut.

Dalam laporan harian Mandiri Sekuritas, laba bersih BBCA (hanya bank) pada empat bulan pertama tahun 2026 tercatat hanya tumbuh 3 persen secara tahunan. Capaian pertumbuhan ini berada di bawah target ekspansi kredit setahun penuh yang ditetapkan manajemen sebesar 8 hingga 10 persen akibat persaingan ketat penyaluran kredit korporasi di Jakarta.

Persaingan ketat tersebut menekan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) BBCA hingga menyusut sebesar 49 basis poin secara tahunan. Kendati demikian, para analis menilai kebijakan moneter bank sentral akan segera menyokong kembali kinerja keuangan perseroan.

"The recent hike in the Bank Indonesia benchmark interest rate (BI Rate) is expected to lift yields on secondary reserves and support net interest margins in the coming months," kata Mandiri Sekuritas dalam ringkasan pasar hariannya.

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia diharapkan mampu mengompensasi tekanan margin melalui imbal hasil cadangan sekunder dalam beberapa kuartal mendatang. Saat ini, model penilaian independen mencatat nilai wajar intrinsik rata-rata BBCA berada pada level Rp7.647,95 dengan total aset perseroan mencapai lebih dari Rp1.640 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi