Pemerintah Arab Saudi mengalihkan kegiatan belajar tatap muka ke sistem daring bagi sejumlah sekolah di Kota Makkah guna mendukung kelancaran mobilitas jutaan jamaah menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah. Kebijakan ini diterapkan sebagai strategi intensif untuk menekan kepadatan lalu lintas di titik-titik utama kota.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan wilayah Makkah sebagaimana dilansir dari Cahaya. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa sekolah-sekolah terpilih akan menggunakan platform digital Madrasati mulai pekan depan, tepatnya pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis.
Penentuan sekolah yang terdampak didasarkan pada lokasi geografis dan kebutuhan operasional selama musim haji. Prioritas utama mencakup lembaga pendidikan yang berada di sekitar Masjidil Haram serta pusat kota yang menjadi titik kumpul jamaah dari berbagai negara.
Selain area pusat, sekolah di jalur utama seperti Jalan Lingkar Kedua dan Jalan Lingkar Ketiga Makkah juga wajib menerapkan pembelajaran jarak jauh. Beberapa gedung pendidikan bahkan dialihfungsikan menjadi pusat koordinasi layanan haji pemerintah untuk memastikan efektivitas operasional di lapangan.
Pemerintah memastikan proses belajar tetap berlangsung normal meskipun tanpa interaksi fisik di kelas. Tenaga pengajar diinstruksikan untuk memaksimalkan sistem pembelajaran elektronik nasional yang telah dikembangkan sejak masa pandemi.
Langkah ini merupakan bagian dari koordinasi lintas instansi antara Dinas Pendidikan Makkah, aparat keamanan, dan otoritas transportasi. Pengurangan aktivitas sekolah secara tatap muka diharapkan memberi ruang lebih bagi pergerakan bus layanan, kendaraan logistik, serta armada keamanan di jalan-jalan protokol.