Kesehatan Usus dan Pikiran Membaik dengan Konsumsi 7 Makanan Ini

Kesehatan Usus dan Pikiran Membaik dengan Konsumsi 7 Makanan Ini
Foto: Ilustrasi Kesehatan Usus dan Pikiran Membaik dengan Konsumsi 7 Makanan Ini.

Kondisi stres dan kecemasan kronis sering kali memberikan pengaruh buruk pada kesehatan fisik maupun mental tanpa disadari oleh banyak orang. Tekanan pikiran yang terjadi secara terus-menerus ternyata memiliki dampak langsung terhadap kesehatan sistem pencernaan manusia.

Hubungan antara kesehatan usus dan tingkat kecemasan ini terjalin sangat erat. Hal tersebut dikarenakan sistem pencernaan terhubung langsung dengan otak melalui sistem saraf yang bertugas mengatur respons tubuh saat menghadapi tekanan atau stres.

Dilansir dari Lifestyle, ketika tingkat stres meningkat, tubuh mengirimkan sinyal yang berpotensi merusak lapisan usus. Kondisi ini memicu ketidakseimbangan mikrobioma yang justru membuat respons stres pada tubuh menjadi semakin berkepanjangan.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Anda disarankan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, protein tanpa lemak, serta asupan probiotik dan prebiotik. Nutrisi ini berperan penting dalam menstabilkan suasana hati sekaligus mendukung kesehatan fungsi usus.

Berikut adalah beberapa jenis asupan yang ramah bagi pencernaan dan efektif membantu meredakan stres dalam kehidupan sehari-hari:

1. Salmon dan Sumber Protein Rendah Lemak

Ikan salmon dikenal sebagai salah satu asupan alami yang efektif untuk melawan stres. Kandungan asam lemak omega-3 di dalamnya telah terbukti secara klinis mampu meningkatkan kesehatan fungsi otak manusia.

Selain ikan, daging ayam juga direkomendasikan karena mengandung protein rendah lemak dengan asam amino yang membantu memperbaiki suasana hati. Sumber asam lemak lain juga bisa didapatkan dari kacang-kacangan, biji-bijian, dan olahan kedelai.

2. Berbagai Jenis Buah Beri

Buah beri seperti raspberry, blackberry, dan blueberry merupakan sumber serat yang sangat baik untuk mendorong pertumbuhan bakteri baik di dalam usus. Konsumsi makanan yang tumbuh langsung dari tanah adalah cara terbaik mendapatkan asupan serat berkualitas.

Khusus untuk blueberry, penelitian menunjukkan buah ini mampu menurunkan kadar kortisol. Kortisol merupakan hormon stres yang jika jumlahnya berlebih akan berdampak negatif pada kondisi psikologis atau suasana hati seseorang.

3. Buah Jeruk

Jeruk sangat populer karena kandungan vitamin C yang tinggi, di mana satu buahnya bisa mengandung sekitar 82 miligram vitamin C. Jumlah ini hampir memenuhi seluruh kebutuhan vitamin harian bagi tubuh manusia.

Selain memperkuat sistem kekebalan tubuh, vitamin C dalam jeruk terbukti ampuh mengurangi tingkat stres. Bahkan, aroma segar dari buah jeruk dipercaya memiliki efek menenangkan secara instan bagi pikiran yang tegang.

4. Kacang Garbanzo atau Kacang Arab

Kacang garbanzo mengandung triptofan, yakni asam amino esensial yang sangat penting dalam hubungan antara usus dan otak. Tubuh menggunakan triptofan untuk memproduksi serotonin, zat kimia yang memberikan rasa nyaman dan menstabilkan emosi.

Kekurangan asupan triptofan sering kali dikaitkan dengan munculnya gangguan kecemasan. Selain itu, kacang ini juga kaya akan folat, vitamin B, serat, dan protein yang berfungsi menstabilkan kadar gula darah agar suasana hati tetap terjaga.

5. Teh Chamomile

Teh chamomile berfungsi sebagai obat penenang ringan yang mampu meredakan ketegangan otot serta mengatasi perasaan mudah marah. Tanaman obat ini sangat populer di dunia dengan tingkat konsumsi mencapai jutaan cangkir setiap hari.

Karena tidak mengandung kafein, teh ini sangat cocok dinikmati sebelum waktu tidur. Anda juga bisa mengkreasikan sajian ini dengan menambahkan perasan lemon, kayu manis, atau sedikit cuka apel untuk menambah kesegaran.

6. Steel-Cut Oats

Oatmeal memberikan dosis triptofan yang baik untuk memicu produksi serotonin dalam tubuh. Selain itu, kandungan magnesium di dalamnya membantu mengatur neurotransmiter yang menenangkan pikiran serta mengaktifkan manfaat vitamin D.

Jenis steel-cut oat lebih disarankan karena proses pengolahannya yang sederhana membuat kenaikan gula darah terjadi lebih lambat. Hal ini berperan krusial dalam menjaga kestabilan energi dan emosi sepanjang hari tanpa fluktuasi yang tajam.

7. Dark Chocolate

Dark chocolate atau cokelat hitam mengandung polifenol, yaitu antioksidan kuat yang terbukti meningkatkan fungsi kognitif otak. Semakin tinggi persentase kepekatan cokelat, maka kandungan gula tambahan di dalamnya akan semakin rendah.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cokelat hitam secara rutin selama dua minggu dapat menurunkan produksi hormon stres. Efeknya sangat terasa dalam meredakan rasa cemas, memberikan ketenangan, hingga memperbaiki suasana hati yang buruk.

Artikel terkait

Rekomendasi