Tujuh Makanan Sehat Picu Lonjakan Gula Darah Akibat Kandungan Tersembunyi

Tujuh Makanan Sehat Picu Lonjakan Gula Darah Akibat Kandungan Tersembunyi
Foto: Ilustrasi Tujuh Makanan Sehat Picu Lonjakan Gula Darah Akibat Kandungan Tersembunyi.

Sejumlah jenis makanan yang kerap dianggap sehat bagi tubuh ternyata berisiko memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis pada Minggu, 19 April 2026. Fenomena ini terjadi karena adanya kandungan gula tersembunyi serta proses pengolahan bahan pangan yang mempercepat perubahan karbohidrat menjadi glukosa.

Dilansir dari Detik Health, konsumsi makanan seperti salad buah justru berpotensi meningkatkan asupan gula akibat penggunaan bahan pelengkap. Meskipun buah utuh mengandung serat, tambahan berupa susu kental manis, mayones, dan yogurt manis menjadi sumber gula tambahan yang dominan dalam satu porsi sajian tersebut.

Produk olahan lain seperti granola juga menjadi sorotan karena kepadatan energinya yang tinggi. Dalam satu porsi berukuran 40 hingga 50 gram, kandungan gula dapat mencapai 15 gram yang berasal dari penggunaan madu atau sirup selama proses pemanggangan agar mendapatkan tekstur renyah.

Roti gandum dan oat instan turut memberikan dampak serupa terhadap metabolisme tubuh. Tekstur halus dari hasil pengolahan tepung membuat enzim pencernaan lebih cepat memecah karbohidrat, sementara varian rasa pada oat instan umumnya telah ditambahkan gula sekitar 7 hingga 14 gram per kemasan.

Pakar kesehatan mengingatkan bahwa jus buah kemasan dan susu rasa juga mengandung konsentrasi gula yang tinggi. Satu gelas jus buah berukuran 250 mililiter dapat mengandung hingga 30 gram gula, sementara yogurt rendah lemak sering kali ditambahi pemanis untuk menutupi rasa asam akibat pengurangan lemak.

"Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?" tulis laporan Detik Health melalui sebuah tayangan video terkait analisis asupan makanan harian. Penyerapan gula dalam bentuk cair atau makanan bertekstur lembut ini berlangsung lebih singkat sehingga beban glikemik tubuh meningkat cepat.

Kondisi ini diperparah dengan anggapan masyarakat bahwa makanan tersebut aman dikonsumsi dalam porsi besar. Normalisasi terhadap asupan gula yang tidak disadari ini dikhawatirkan dapat memicu penyakit kronis seperti diabetes dalam jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi