Mahfud MD Serahkan Rekomendasi Reformasi Polri kepada Presiden Prabowo

Mahfud MD Serahkan Rekomendasi Reformasi Polri kepada Presiden Prabowo
Foto: Ilustrasi Mahfud MD Serahkan Rekomendasi Reformasi Polri kepada Presiden Prabowo.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD melaporkan hasil kerja Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) yang berisi ribuan halaman rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Penyerahan dokumen ini menandai langkah strategis untuk mengembalikan arah pembenahan Polri sesuai cita-cita reformasi.

Hasil kerja komisi tersebut dirangkum dalam 10 buku dengan total mencapai 3.000 halaman sebagaimana dilansir dari Nasional. Dokumen komprehensif ini memuat berbagai pandangan masyarakat, mulai dari kritik tajam hingga dukungan terhadap institusi Polri, sebagai basis rekomendasi pembenahan internal.

Mahfud MD menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan di dalam komite berlangsung secara demokratis tanpa dominasi pihak tertentu. Meskipun terdapat komposisi anggota yang berasal dari latar belakang militer dan sipil, seluruh kesepakatan dicapai melalui mekanisme musyawarah untuk dilaporkan kepada Presiden.

"Tidak ada yang mendominasi. Meskipun tim Polri itu jenderalnya ada lima, kemudian sipilnya hanya saya dan Pak Jimly yang bukan aktif di pemerintahan, tapi semua berjalan baik, kompromi dalam arti musyawarah," kata Mahfud, dalam jumpa pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

KPRP diperkuat oleh sejumlah perwira tinggi kepolisian termasuk Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan beberapa mantan Kapolri seperti Idham Aziz serta Tito Karnavian. Mahfud menceritakan bahwa komunikasi antaranggota komite dengan Presiden Prabowo saat sesi penyerahan laporan berlangsung dalam suasana yang sangat akrab.

"Saya pribadi punya kesan, saya cukup dekat atau berkawan dekat dengan Pak Prabowo sejak 2013-2014. Sering bertemu, sering berdiskusi, tapi diskusi yang paling hangat itu kemarin sore," kata Mahfud.

Suasana cair di Istana Negara tersebut juga diwarnai dengan momen humor yang dilontarkan oleh Kepala Negara di hadapan para anggota komite. Presiden Prabowo sempat berseloroh mengenai latar belakang militernya saat berhadapan dengan para akademisi di dalam KPRP.

"Guyonannya, ÔÇÿini saya berani diskusi dengan para profesor,ÔÇÖ katanya. ÔÇÿKarena saya juga kata Pak Habibie sudah sekelas profesor, kan sudah jenderalÔÇÖ. Itu guyonannya. Artinya, itu pengantar bahwa pertemuan itu sangat cair dan diskusinya berjalan sangat lancar," ujar dia.

Pertemuan yang mendadak tersebut dihadiri hampir seluruh anggota komite, kecuali Tito Karnavian dan Badrodin Haiti yang sedang bertugas di luar kota. Tim KPRP baru menerima pemberitahuan untuk menghadap Presiden pada Selasa pagi sebelum diskusi hangat sore harinya terlaksana.

Artikel terkait

Rekomendasi