LPPOM Perkuat Hulu Ekosistem Halal Melalui Festival Syawal 1447 H

LPPOM Perkuat Hulu Ekosistem Halal Melalui Festival Syawal 1447 H
Foto: Ilustrasi LPPOM Perkuat Hulu Ekosistem Halal Melalui Festival Syawal 1447 H.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) menyelenggarakan Festival Syawal 1447 H guna memperkuat ekosistem halal nasional dari sektor hulu. Program ini bertujuan mendorong UMKM naik kelas melalui sertifikasi halal, edukasi, dan penguatan rantai pasok bahan baku di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mengatasi hambatan pelaku usaha mikro dan kecil dalam memperoleh bahan baku yang terjamin kehalalannya. Dilansir dari Suara, inisiatif tersebut mencakup pengembangan pilot project toko daging halal di Bogor serta rencana ekspansi ke wilayah lain guna menjamin ketersediaan bahan baku halal.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menekankan bahwa pemberdayaan terhadap usaha mikro dan kecil tidak berhenti pada aspek administrasi semata.

"Bagi kami, pemberdayaan UMK bukan hanya soal menerbitkan sertifikat halal, tetapi membekali mereka agar bisa naik kelas," ujar Muti Arintawati, Direktur Utama LPPOM.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa penguatan pada sisi hilir harus dibarengi dengan fondasi yang kuat pada sisi hulu produksi.

"Kita tidak bisa hanya mendorong hilir tanpa memperkuat hulu. Toko bahan baku halal masih menjadi mata rantai yang perlu diperkuat dalam ekosistem halal kita," jelas Muti Arintawati, Direktur Utama LPPOM.

Hingga tahun 2025, inisiatif ini tercatat telah memberikan edukasi kepada hampir 10.000 peserta dan memfasilitasi sertifikasi bagi lebih dari 1.500 pelaku usaha. Momentum ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk meningkatkan posisi tawar ekonomi Islam Indonesia.

"Festival ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi Islam global," ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Data ekonomi menunjukkan Indonesia berada pada peringkat ketiga dunia dalam sektor ekonomi Islam dengan nilai ekspor halal mencapai 64,42 miliar dolar AS pada 2025. Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan, memberikan peringatan mengenai peran vital standar halal dalam kualitas hidup masyarakat.

"Makanan halal bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi barrier utama dalam menjaga kualitas hidup," tegas Ahmad Haikal Hassan, Kepala BPJPH.

Dari sisi keagamaan, tantangan industri pangan modern dinilai memerlukan pengawasan yang lebih intensif akibat batas produk yang kian kompleks.

"Batas antara yang halal dan yang subhat semakin meluas," ungkap M. Cholil Nafis, Perwakilan Ulama.

Dukungan tambahan hadir dari sektor koperasi yang dipandang memiliki potensi besar dalam mengintegrasikan puluhan ribu unit desa ke dalam rantai pasok halal.

"Penguatan ekosistem halal menjadi langkah strategis dalam mendorong daya saing nasional di tingkat global," ujar Deva Rahman, Perwakilan Kementerian Koperasi.

Saat ini, tercatat baru sekitar 24 juta produk yang memiliki sertifikat halal dari total 64 juta produk yang beredar di pasar. LPPOM terus membuka fasilitasi sertifikasi bagi pelaku usaha toko bahan baku untuk mengejar target akselerasi tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi