LPEI Cetak Laba Rp 252 Miliar Sepanjang 2025

LPEI Cetak Laba Rp 252 Miliar Sepanjang 2025
Foto: Ilustrasi LPEI Cetak Laba Rp 252 Miliar Sepanjang 2025.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 252 miliar sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 8 persen secara year-on-year (YoY).

Kinerja keuangan berkelanjutan ini dipicu oleh pertumbuhan bisnis yang sehat serta efisiensi operasional. Faktor lain yang mendongkrak performa ini adalah perbaikan kualitas dan pemulihan aset, seperti dilansir dari Investortrust.

Penyaluran pembiayaan lembaga ini mengalami kenaikan sebesar 2 persen hingga mencapai Rp 57,2 triliun. Pada periode yang sama, volume asuransi tercatat menyentuh Rp 8,8 triliun dan sektor penjaminan berada di angka Rp 4,9 triliun.

Realisasi penyaluran pembiayaan untuk program penugasan khusus ekspor (PKE) melonjak signifikan sebesar 85 persen. Nilainya melesat menjadi Rp 13,5 triliun dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,3 triliun.

Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan pelaksanaan peran strategis Indonesia Eximbank dalam mendukung ekspor nasional.

"Berdasarkan hasil penghitungan dampak secara agregat, setiap Rp 1 pembiayaan LPEI diestimasi memberikan kontribusi hingga 3,49 kali terhadap ekspor nasional, yang menggambarkan gambaran manfaat ekonomi secara keseluruhan," ujar Sukatmo.

Sukatmo menjelaskan, dari sisi kualitas aset, Indonesia Eximbank mencatatkan peningkatan signifikan pada collection and recovery sebesar 68% menjadi Rp 4,7 triliun. Perbaikan tersebut menunjukkan efektivitas strategi pemulihan aset bermasalah serta penerapan manajemen risiko yang prudent.

Lembaga ini juga menerapkan pembentukan pencadangan secara konservatif dan antisipatif dengan coverage ratio sebesar 105 persen. Penguatan ini berhasil menekan rasio non-performing loan (NPL) net menjadi 2,4 persen dari posisi tahun lalu sebesar 4,5 persen.

Pada sektor non-finansial, 557 eksportir baru berhasil difasilitasi melalui 50 kegiatan business matching. Langkah lewat program Coaching Program for New Exporter (CPNE) ini meloloskan ekspansi komoditas hingga ke-90 negara tujuan.

Program Desa Devisa juga mengalami ekspansi jangkauan menjadi 2.328 desa. Sebanyak 566 desa di antaranya berhasil memperluas pangsa pasar ke negara baru.

Secara kumulatif, program Desa Devisa memberikan dampak peningkatan kapasitas bagi 201.580 petani, nelayan, serta pengrajin. Sebanyak 94.717 orang dari total tenaga kerja tersebut merupakan kelompok perempuan.

Sepanjang 2025, tata kelola lembaga diperkuat melalui perolehan sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Lembaga ini juga meraih kategori Good Practice Phase dalam Risk Maturity Assessment (RMA) 2025.

Pemerintah menyalurkan perluasan mandat strategis untuk program PKE trade finance dan PKE UKM. Lembaga ini turut menyokong proses aksesi OECD terkait peran Eximbank atau ECA Indonesia dalam skema kredit ekspor.

Artikel terkait

Rekomendasi