Lo Kheng Hong Imbau Akumulasi Saham Saat Investor Asing Lakukan Aksi Jual

Lo Kheng Hong Imbau Akumulasi Saham Saat Investor Asing Lakukan Aksi Jual
Foto: Ilustrasi Lo Kheng Hong Imbau Akumulasi Saham Saat Investor Asing Lakukan Aksi Jual.

Investor senior Lo Kheng Hong menyarankan pelaku pasar domestik untuk memanfaatkan aksi jual masif oleh investor asing sebagai momentum akumulasi saham emiten dengan fundamental kuat. Penegasan tersebut disampaikan pasca berakhirnya rapat umum pemegang saham PT ABM Investama Tbk. (ABMM) pada Rabu (29/4/2026).

Kondisi pasar saat ini ditandai dengan tekanan harga akibat langkah pemodal mancanegara yang terus melepas kepemilikan saham mereka. Menurut laporan yang dilansir dari Market, situasi tersebut justru menjadi titik masuk strategis bagi investor lokal untuk mendapatkan aset pada valuasi yang lebih terjangkau.

"Ketika asingnya kabur jualan terus, itu saat yang terbaik," ujar Lo Kheng Hong, Investor.

Lo Kheng Hong menilai bahwa penurunan harga di lantai bursa merupakan kesempatan untuk menambah porsi investasi pada perusahaan berkualitas dengan harga diskon. Dirinya tetap menunjukkan sikap optimistis terhadap prospek pasar modal meski sedang menghadapi fluktuasi yang cukup tinggi.

"Ketika saham lagi turun, jadi optimis. Ini peluang emas, bisa beli perusahaan bagus harga murah," katanya.

Strategi investasi yang diterapkan Lo Kheng Hong cenderung memfokuskan perhatian pada kualitas fundamental emiten jangka panjang daripada sekadar mengikuti pergerakan harga harian. Sektor perbankan dan komoditas, khususnya batu bara serta kelapa sawit, disebut sebagai pilihan potensial karena prospek permintaannya.

Peringatan juga diberikan kepada para pemodal agar tidak terburu-buru melakukan tindakan jual rugi atau cut loss saat nilai saham merosot tajam. Langkah tergesa-gesa tersebut dinilai sebagai tindakan yang justru dapat mengunci kerugian investasi secara permanen.

"Ketika saham turun banyak, kalau melakukan cut loss itu kesalahan besar. Yang harus dilakukan adalah beli," tegas Lo Kheng Hong.

Data perdagangan menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.101,22 pada Rabu (29/4/2026), yang mencerminkan penurunan sebesar 17,88 persen secara year to date (YtD). Pada periode yang sama, investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp48,38 triliun.

Sejumlah saham dari sektor komoditas tercatat menjadi penopang pergerakan indeks sepanjang tahun berjalan 2026. Sebaliknya, tekanan terhadap IHSG mayoritas datang dari saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps.

Daftar Saham Pendorong dan Penekan IHSG (YtD 2026)
Kategori SahamKode Emiten
Pendorong IHSGEMAS, MDKA, MEGA, MSIN, AADI, ANTM, BIPI, ADRO, ARKO, BNBR
Penekan IHSGDSSA, BBCA, BREN, FILM, BBRI, BRPT, BYAN, TLKM, MORA, BMRI

Artikel terkait

Rekomendasi