LLDIKTI Wilayah III Gelar Virtual Sharing Session Kepemimpinan Strategis

LLDIKTI Wilayah III Gelar Virtual Sharing Session Kepemimpinan Strategis
Foto: Ilustrasi LLDIKTI Wilayah III Gelar Virtual Sharing Session Kepemimpinan Strategis.

Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) dan Indonesia Human Capital Beyond Summit (IHCBS) 2026 bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III menggelar Virtual Sharing Session pada Rabu, 20 Mei 2026. Webinar nasional bertema kepemimpinan strategis ini diikuti oleh ribuan civitas academica perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, dilansir dari Nasional.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang diskusi mengenai tantangan kepemimpinan saat perguruan tinggi menghadapi perubahan cepat. Disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, hingga perubahan kebutuhan dunia kerja mendorong institusi pendidikan tinggi untuk bertransformasi menjadi lembaga yang adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Kepala LLDIKTI Wilayah III menekankan pentingnya visi kuat dan kemampuan kolaborasi bagi para pemimpin kampus saat ini di tengah era perubahan yang dinamis.

"Pemimpin perguruan tinggi saat ini dituntut memiliki visi yang kuat, kemudian juga harus memiliki kemampuan berkolaborasi. Keberanian mengambil keputusan serta tentunya kecakapan dalam membangun budaya inovasi di lingkungan kampus," ujar Dr. Henry Togar H. Tambunan, S.E., M.A selaku Kepala LLDIKTI Wilayah III.

Dalam sesi diskusi berikutnya, dipaparkan mengenai empat fokus area kepemimpinan yang meliputi strategi, kultur, operasional, serta sumber daya manusia (SDM) yang harus dijalankan secara seimbang.

"Ketika kita menjadi pemimpin, strategi tentu diperhatikan, tetapi jangan lupa detail operasional juga harus kita kuasai. Begitu juga ketika membangun kultur, jangan melupakan talent atau people yang ada," ujar Dr. Ir. Naufal Mahfudz, MBA, M.M. selaku Kepala Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif (LKPE) IPB.

Penerapan kepemimpinan strategis di lingkup pendidikan tinggi mencakup kepemimpinan rektorial, kepemimpinan akademik, tata kelola kolaboratif, dan pengambilan keputusan berbasis data. Karakteristik kampus adaptif meliputi fleksibilitas, responsif terhadap industri, tata kelola lincah, ekosistem digital, pembelajaran hybrid, dan perbaikan berkelanjutan.

Enam pilar strategis untuk membangun kampus unggul terdiri atas keunggulan akademik, keunggulan riset, transformasi digital, modal manusia, kemitraan global, dan tata kelola.

"Masa depan sesungguhnya dimiliki oleh universitas yang adaptif. Jika tidak adaptif tentu akan sulit bertahan dan harus dipimpin oleh strategic leaders," pungkas Dr. Ir. Naufal Mahfudz, MBA, M.M. yang juga duduk sebagai steering committee GNIK.

Seluruh peserta webinar ini juga diajak untuk menghadiri Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15ÔÇô16 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi