Lippo Karawaci Kucurkan Rp25,1 Miliar Perkuat Agenda Keberlanjutan

Lippo Karawaci Kucurkan Rp25,1 Miliar Perkuat Agenda Keberlanjutan
Foto: Ilustrasi Lippo Karawaci Kucurkan Rp25,1 Miliar Perkuat Agenda Keberlanjutan.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda keberlanjutan Indonesia dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Melalui payung program "Lippo untuk Indonesia PASTI", perusahaan fokus memenuhi kebutuhan masyarakat lokal di sekitar wilayah operasional.

Dikutip dari Investortrust, emiten properti ini telah mengintegrasikan budaya kesukarelaan untuk menciptakan dampak sosial yang signifikan. Upaya ini telah ditekankan sejak dua tahun lalu dengan mendorong keterlibatan aktif karyawan dalam berbagai kegiatan komunitas yang inovatif.

Sepanjang tahun 2023, LPKR tercatat telah merealisasikan 1.284 program serta kegiatan pelibatan masyarakat. Inisiatif tersebut mencakup penyediaan beasiswa bagi mahasiswa di sektor kesehatan dan perhotelan, hingga penyediaan layanan kesehatan melalui klinik gratis di wilayah Papua.

Investasi sosial yang dikucurkan untuk mendukung rangkaian kegiatan tersebut mencapai angka yang cukup besar. Total dana yang dihabiskan oleh perusahaan untuk seluruh program pemberdayaan masyarakat ini menembus lebih dari Rp 25,1 miliar.

Program "Lippo untuk Indonesia PASTI" dirancang untuk mendorong kemajuan holistik bagi ekosistem perusahaan. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen manajemen dalam meningkatkan standar kualitas hidup pemangku kepentingan demi menjamin masa depan generasi mendatang.

CEO Group Lippo John Riady memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan strategis perusahaan di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, aspek keberlanjutan kini telah bergeser menjadi fondasi utama bagi ketangguhan sebuah entitas bisnis.

"LPKR meyakini bahwa keberlanjutan adalah strategi penting yang dapat menciptakan nilai serta mendorong pertumbuhan jangka panjang bagi organisasi," kata John Riady dalam siaran persnya pada Jumat (28/2/2025).

Pihak manajemen menekankan pentingnya meleburkan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis inti, manajemen risiko, serta operasional harian. Hal ini bertujuan agar seluruh jajaran direksi dan tim manajemen dapat menerapkan pendekatan yang menyeluruh dalam mengadopsi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Integrasi ESG ini diharapkan tidak hanya sekadar memenuhi tanggung jawab sosial, tetapi juga memaksimalkan efisiensi operasional. LPKR optimis bahwa pendekatan ini akan membuka berbagai peluang baru bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi