Membawa buah tangan usai menjalankan ibadah haji telah menjadi tradisi turun-temurun bagi masyarakat Indonesia sebagai simbol berbagi berkah dari Tanah Suci. Namun, jemaah diimbau untuk lebih selektif dalam memilih oleh-oleh demi kelancaran perjalanan pulang ke Tanah Air.
Dikutip dari Detikcom, terdapat sejumlah barang yang dilarang untuk dibawa jemaah haji demi alasan keselamatan dan keamanan penerbangan. Larangan ini merujuk pada Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Air zamzam menjadi poin utama yang dilarang untuk dibawa secara mandiri oleh jemaah, baik di dalam koper bagasi maupun kabin pesawat. Larangan ini didasarkan pada aturan resmi General Authority of Civil Aviation (GACA) yang berlaku bagi semua maskapai dari bandara Arab Saudi.
Jemaah tidak perlu merasa khawatir karena jatah air zamzam dalam kemasan resmi telah disediakan oleh pemerintah. Air tersebut akan dibagikan kepada setiap jemaah setibanya mereka di asrama debarkasi masing-masing di Indonesia.
Selain cairan suci tersebut, barang-barang yang memiliki kandungan gas dan magnet juga dilarang masuk ke dalam pesawat. Benda-benda dengan unsur tersebut dinilai memiliki potensi bahaya tinggi selama armada berada di udara.
Benda Tajam dan Material Mudah Meledak
Keamanan kabin menjadi prioritas sehingga benda tajam dalam bentuk apa pun tidak diperkenankan dibawa. Jemaah dilarang membawa gunting, pisau, cutter, atau peralatan dapur tajam lainnya yang dibeli di Arab Saudi ke dalam koper maupun kabin.
Material yang berpotensi memicu ledakan juga masuk dalam daftar cekal maskapai. Barang-barang seperti minyak goreng, korek api, zippo, hingga kompor dilarang keras karena dapat mengancam keselamatan seluruh penumpang selama penerbangan berlangsung.
Batasan Cairan dan Aroma Makanan
Aturan mengenai cairan dalam botol tetap berlaku ketat dengan batasan maksimal 100 ml per kemasan untuk dibawa ke dalam kabin. Produk seperti madu, kecap, sambal, dan cairan sejenisnya tidak boleh melebihi batas tersebut jika ingin disimpan di tas kabin.
Jemaah juga diminta untuk tidak membawa buah-buahan atau makanan yang memiliki aroma sangat menyengat. Hal ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan bersama antarpenumpang di ruang tertutup pesawat selama perjalanan jarak jauh menuju Indonesia.
Kepatuhan terhadap daftar larangan ini sangat penting agar tidak terjadi hambatan saat pemeriksaan di bandara Arab Saudi. Kesesuaian barang bawaan dengan aturan penerbangan akan mempercepat proses kepulangan jemaah haji ke kampung halaman.