Lansia Bone Berangkat Haji Setelah 16 Tahun Mencari Rumput Laut

Lansia Bone Berangkat Haji Setelah 16 Tahun Mencari Rumput Laut
Foto: Ilustrasi Lansia Bone Berangkat Haji Setelah 16 Tahun Mencari Rumput Laut.

Patimang Hibbu Manne (86), seorang janda asal Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada Rabu (22/4/2026) setelah menanti selama 16 tahun. Keberangkatan warga Sulawesi Selatan ini terwujud berkat ketekunannya mengumpulkan biaya dari hasil mencari sisa rumput laut di pinggir pantai menggunakan sampan kecil.

Dilansir dari Kompas, perempuan lansia yang hidup sebatang kara tersebut telah mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji sejak tahun 2010. Melalui penghasilan yang sangat terbatas, ia konsisten menyisihkan uang sedikit demi sedikit guna melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) di tengah keterbatasan ekonominya.

Metode pengumpulan modal yang dilakukan Patimang tergolong unik karena ia tidak menggunakan jaring atau alat budidaya profesional. Ia hanya mengandalkan sapuan ombak yang membawa sisa-sisa rumput laut ke tepian pantai, lalu mengambilnya untuk dijual demi mengumpulkan rupiah demi rupiah.

"Alhamdulillah, saya sangat bahagia di usia yang sudah tidak lagi muda ini masih diberikan kesempatan untuk datang ke Tanah Suci Makkah," ujar Patimang di Asrama Haji Sudiang, Makassar.

Ungkapan syukur tersebut ia sampaikan saat mempersiapkan diri untuk bertolak ke Arab Saudi. Meskipun nominal yang didapatkan dari menjual rumput laut hanya berkisar Rp1.000 per kilogram, ia tetap gigih menabung uang receh hasil keringatnya tersebut selama belasan tahun.

"Saya bukan petani rumput laut seperti kebanyakan yang memasang jaring, saya hanya menyusuri pinggir laut untuk mencari rumput laut sisa yang banyak tersebar dengan menggunakan sampan kecil," kata Patimang.

Saat ini, faktor usia membuat Patimang tidak lagi memiliki kekuatan fisik untuk bekerja mencari rumput laut seperti sediakala. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia kini bergantung pada bantuan sosial dari pemerintah serta dukungan materi dari kerabat terdekatnya di Bone.

Kendati kondisi fisiknya sudah melemah dan hanya mengandalkan bantuan pihak lain, semangatnya untuk beribadah tetap terjaga sepenuhnya. Ia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi segala situasi dan kondisi fisik yang mungkin dialami selama menjalani rangkaian prosesi ibadah haji di tanah suci nanti.

Artikel terkait

Rekomendasi