Laba Yupi Indo Jelly Gum Tumbuh Jadi Rp177 Miliar di Kuartal I/2026

Laba Yupi Indo Jelly Gum Tumbuh Jadi Rp177 Miliar di Kuartal I/2026
Foto: Ilustrasi Laba Yupi Indo Jelly Gum Tumbuh Jadi Rp177 Miliar di Kuartal I/2026.

PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar Rp763,18 miliar pada kuartal I/2026. Capaian ini diraih meski perusahaan menghadapi tekanan biaya operasional yang cukup signifikan akibat kenaikan beban penjualan.

Dilansir dari Market, pendapatan perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini tumbuh sekitar 9,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp699,65 miliar. Penurunan beban pokok penjualan menjadi Rp430,27 miliar menjadi faktor pendorong perbaikan kinerja.

Kondisi tersebut memicu lonjakan laba bruto hingga mencapai Rp332,90 miliar, naik dari posisi sebelumnya Rp236,81 miliar. Dengan hasil ini, margin laba bruto perusahaan mengalami peningkatan sebesar 40,5 persen.

Meskipun laba bruto meningkat, tekanan mulai muncul pada sisi operasional perusahaan. Beban penjualan tercatat naik menjadi Rp52,92 miliar, sementara beban umum dan administrasi membengkak menjadi Rp42,94 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp25,66 miliar.

Lonjakan beban penjualan ini mayoritas dipicu oleh biaya pemasaran dan promosi yang naik tajam sebesar 80,9 persen menjadi Rp30,33 miliar. Di sisi lain, pendapatan usaha lainnya merosot tajam menjadi Rp2,75 miliar dari sebelumnya Rp27,07 miliar.

Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat pertumbuhan laba usaha menjadi lebih terbatas. Laba usaha YUPI tercatat sebesar Rp232,83 miliar, naik tipis dari posisi kuartal I/2025 yang mencapai Rp204,92 miliar.

Setelah akumulasi beban keuangan dan pajak, laba periode berjalan YUPI mencapai Rp177,02 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 5,86 persen secara tahunan atau year-on-year dari posisi Rp167,22 miliar.

Dinamika Arus Kas dan Neraca Perusahaan

Pertumbuhan laba yang konsisten turut mengerek saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya menjadi Rp605,51 miliar. Namun, arus kas perusahaan menunjukkan dinamika yang berbeda dibandingkan dengan kinerja laba.

Kas bersih dari aktivitas operasi merosot menjadi Rp48,39 miliar, berbanding jauh dengan periode tahun lalu yang mencapai Rp305,69 miliar. Penurunan ini dipicu oleh rendahnya penerimaan kas dari pelanggan yang berada di angka Rp625,41 miliar.

Selain itu, terdapat lonjakan pembayaran beban usaha dan karyawan yang masing-masing mencapai Rp79,79 miliar dan Rp89,74 miliar. Hal ini memberikan tekanan tambahan pada likuiditas jangka pendek perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan posisi keuangan, total aset YUPI naik menjadi Rp3,15 triliun per Maret 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan piutang usaha menjadi Rp550,43 miliar serta persediaan yang naik menjadi Rp400,27 miliar.

Dari sisi kewajiban, liabilitas perseroan tercatat meningkat menjadi Rp1,42 triliun. Sementara itu, total ekuitas perusahaan juga mengalami kenaikan menjadi Rp1,73 triliun dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp1,55 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi