Laba PT Sumber Tani Agung Resources Tbk Melejit 49,2 Persen

Laba PT Sumber Tani Agung Resources Tbk Melejit 49,2 Persen
Foto: Ilustrasi Laba PT Sumber Tani Agung Resources Tbk Melejit 49,2 Persen.

PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) melaporkan pencapaian kinerja keuangan yang kuat pada periode kuartal I 2026. Emiten di sektor perkebunan kelapa sawit ini berhasil mengoptimalkan operasionalnya meski menghadapi tantangan cuaca.

Dikutip dari Money, perusahaan membukukan total pendapatan mencapai Rp 2,486 triliun selama tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 49,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (year on year/YoY).

Lonjakan pendapatan ini dipicu oleh beroperasinya fasilitas refinery secara penuh yang telah dimulai sejak pertengahan tahun 2025. Fasilitas ini memberikan kontribusi besar terhadap struktur pendapatan perseroan pada awal tahun ini.

Peningkatan pendapatan tersebut berdampak positif pada perolehan laba kotor STAA yang tercatat sebesar Rp 737 miliar. Nilai ini tumbuh 28,5 persen secara tahunan dengan marjin laba kotor yang terjaga di level 29,7 persen.

Manajemen menjelaskan bahwa capaian ini dipengaruhi oleh dinamika harga pasar serta perubahan komposisi produk perusahaan. Di sisi lain, produksi tandan buah segar (TBS) tercatat sebesar 221.421 ton, atau mengalami penurunan 7,7 persen akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Meskipun volume produksi turun, STAA berhasil meningkatkan efisiensi melalui optimalisasi proses ekstraksi. Tingkat ekstraksi CPO (CPO extraction rate) tercatat naik menjadi 22,4 persen, yang mencerminkan perbaikan berkelanjutan di lini produksi.

Langkah Strategis Bergabung dengan RSPO

Selain fokus pada angka keuangan, STAA kini resmi memperkuat komitmen keberlanjutannya dengan bergabung sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Langkah ini bertujuan untuk memformalkan standar operasional agar selaras dengan praktik internasional.

Perseroan sedang mempercepat proses sertifikasi RSPO untuk seluruh unit operasionalnya. Hingga saat ini, tercatat sudah ada dua entitas operasional di bawah naungan STAA yang telah mengantongi sertifikasi tersebut.

Manajemen optimis bahwa penerapan standar keberlanjutan ini akan meningkatkan daya saing produk di pasar ekspor. Hal ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat posisi di industri kelapa sawit global.

"Kami melihat keberlanjutan sebagai bagian integral dari operasional perseroan," ujar Head of Investor Relations STAA Kevin Wijaya dalam siaran pers, Sabtu (25/4/2026).

"Keanggotaan RSPO dan proses sertifikasi yang berjalan mencerminkan komitmen kami untuk menjaga standar operasional yang konsisten dengan praktik global," lanjut dia.

Ke depannya, STAA berencana terus mengintegrasikan aspek agronomi, efisiensi produksi, serta pengelolaan lingkungan dan sosial dalam bisnisnya. Perusahaan menargetkan penciptaan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham melalui strategi hilirisasi yang terintegrasi.

Artikel terkait

Rekomendasi