PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,16 triliun.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 41,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pencapaian ini dilansir dari Investortrust berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit.
Pertumbuhan laba bersih ini berdampak langsung pada nilai laba per saham dasar atau earnings per share (EPS). SSMS mencatat kenaikan EPS menjadi Rp 121,86, meningkat dari posisi Rp 86,04 pada tahun 2024.
Laju positif perseroan didorong oleh performa pendapatan yang mencapai Rp 14,81 triliun. Secara tahunan, nilai pendapatan ini mengalami pertumbuhan sebesar 42,9 persen.
Meskipun beban pokok penjualan naik 36 persen menjadi Rp 9,63 triliun, SSMS tetap mampu menjaga margin keuntungan. Laba bruto perseroan terpantau melonjak 57,8 persen menjadi Rp 5,17 triliun.
Secara keseluruhan, laba tahun berjalan yang dikantongi perusahaan menyentuh angka Rp 1,2 triliun. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 42,4 persen dibandingkan dengan catatan pada tahun sebelumnya.
Dampak Akuisisi terhadap Struktur Posisi Keuangan
Struktur posisi keuangan perseroan mengalami perubahan besar sepanjang tahun 2025. Kondisi ini dipengaruhi oleh langkah strategis perusahaan dalam melakukan akuisisi anak usaha baru, yaitu PT Sawit Mandiri Lestari.
Berdasarkan data per 31 Desember 2025, total aset SSMS meningkat sebesar 14,4 persen. Nilai aset kini mencapai Rp 13,58 triliun dari posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 11,87 triliun.
Di sisi lain, total liabilitas juga mengalami kenaikan sebesar 18,4 persen menjadi Rp 10,64 triliun. Lonjakan kewajiban ini terutama disebabkan oleh bertambahnya utang bank jangka panjang perusahaan.
Adapun total ekuitas perseroan masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,9 persen. Hingga akhir 2025, posisi ekuitas SSMS berada di angka Rp 2,94 triliun.
Kondisi Arus Kas dan Aktivitas Investasi
Berbeda dengan pertumbuhan laba, posisi kas dan setara kas SSMS menunjukkan penurunan pada akhir tahun 2025. Saldo kas tercatat sebesar Rp 874,06 miliar, turun 25,9 persen dari sebelumnya Rp 1,18 triliun.
Penurunan cadangan kas ini merupakan dampak dari alokasi dana untuk aktivitas investasi yang cukup besar. Fokus utama penggunaan dana tersebut dialokasikan untuk membiayai akuisisi entitas anak usaha.
| Indikator Keuangan | Tahun 2024 | Tahun 2025 | Pertumbuhan (yoy) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp 10,36 Triliun | Rp 14,81 Triliun | 42,9% |
| Laba Bruto | Rp 3,27 Triliun | Rp 5,17 Triliun | 57,8% |
| Laba Bersih (Induk) | Rp 0,82 Triliun | Rp 1,16 Triliun | 41,6% |
| Total Aset | Rp 11,87 Triliun | Rp 13,58 Triliun | 14,4% |
| Total Ekuitas | Rp 2,88 Triliun | Rp 2,94 Triliun | 1,9% |