PT Reasuransi Syariah Indonesia atau Reindo Syariah mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 7,6 persen secara tahunan (year on year/YoY) sepanjang tahun 2025.
Dikutip dari Finansial, entitas reasuransi syariah ini mengantongi laba bersih senilai Rp22,09 miliar, meningkat dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,52 miliar.
Pencapaian laba tersebut ditopang oleh jumlah pendapatan usaha yang mencapai Rp73,66 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 5,8 persen YoY.
Kontribusi terbesar pendapatan perusahaan bersumber dari ujrah pengelolaan dana tabarruÔÇÖ yang menyumbang angka Rp38,85 miliar.
Selain itu, pendapatan investasi turut memberikan andil signifikan sebesar Rp29,98 miliar, diikuti oleh pendapatan pengelolaan investasi dana peserta senilai Rp4,82 miliar.
Dari sisi operasional, beban usaha anak usaha PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) ini tercatat Rp49,99 miliar, naik 4,6 persen dari posisi Rp47,79 miliar.
Perusahaan juga membukukan lonjakan pada jumlah laba komprehensif yang mencapai Rp30,73 miliar, atau tumbuh pesat sebesar 73,7 persen YoY.
Pertumbuhan Aset dan Kondisi Solvabilitas
Sepanjang 2025, total aset Reindo Syariah terkerek naik 6,7 persen YoY hingga menyentuh angka Rp1,10 triliun.
Investasi pada surat berharga menjadi komponen aset terbesar dengan nilai mencapai Rp740,95 miliar hingga akhir periode tersebut.
Di sisi lain, perusahaan mencatat liabilitas sebesar Rp899,57 miliar, dana peserta Rp250,05 miliar, dan total ekuitas senilai Rp453,70 miliar.
Adapun saldo akhir dana tabarruÔÇÖ perusahaan tercatat sebesar Rp250,05 miliar dengan indikator kesehatan keuangan yang tetap terjaga kuat.
Rasio tingkat solvabilitas dana tabarruÔÇÖ dan dana tanahud berada di level 125,00 persen, sementara solvabilitas dana perusahaan mencapai 622,26 persen.